SEDIKITNYA 45 titik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalan raya Soreang-Cipatik Kabupaten Bandung mati. Akibatnya di malam hari jalur tersebut gelap, khawatir akan memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas).
“Lampu PJU di jalan Soreang-Cipatik sudah lama mati, namun dinas terkait belum juga memperbaikinya, kami khawatir jalan tanpa penerangan dapat menyebabkan Lakalantas,” kata Saeful (53), PKL yang biasa mangkal di depan pesantren Al Budrah, Kutawaringan, Kamis (5/3/2020).
Menurutnya, PJU di depan Pesantren Al – Budrah sebelumnya menyala semua, namun sudah 5 bulan mati dan belum ada perbaikan.
”Kami minta instansi terkait segera memperbaikinya, karena jika terus dibiarkan gelap membahayakan anak anak pesantren,”jelasnya.
Akibat PJU yang mati ungkap Saeful, di jalur Soreang – Cipatik sering terjadi lakalantas. Meskipun kendaraan, baik motor atau mobil dilengkapi lampu penerangan tapi itu terbatas.
Sementara Aktivis Kab Bandung, H. Asep Badrun M, mempertanyakan dana pemeliharaan PJU. “Dana pemeliharaan PJU itu besar, hingga ratusan juta mungkin sekarang sampai miliaran, itu kemana?. Kenapa sampai banyak lampu PJU yang mati, jalan dibiarkan gelap,” jelasnya.
Dinas terkait harapnya, harus rajin mengecek kondisi PJU, jangan sampai masyarakat mempertanyakan kinerjanya karena membiarkan PJU mati. “Ini kan fasilitas umum, pembangunannya pun dari uang rakyat. Jadi, kalau lampu mati segera diperbaiki,” pungkasnya.(hen).










