KABUPATEN Purwakarta, yang terletak di Provinsi Jawa Barat, baru saja merayakan Peringatan Hari Jadi ke-194 Purwakarta dan ke-57 Kabupaten Purwakarta pada 20 Juli 2025 lalu.
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Purwakarta tahun 2025 ini momentum penting bagi Satuan Kerja Perangkat Kerja (SKPD) pada Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) untuk kembali menghidupkan sektor pariwisata dan mengembalikan kejayaan Purwakarta sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.
Rangkaian kegiatan dan pesta rakyat itu sebelum hingga puncaknya pada hari Minggu 20 Juli 2025 telah dilaksanakan, salah satunya adalah kembali beroperasinya air mancur menari di Taman Sribaduga (Situ Buleud) selama tiga hari berturut-turut dari tanggal 18 Juli hingga 20 Juli 2025.
Hal ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata.

Dalam rapat Badan Anggaran DPRD Purwakarta dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sempat ada pertanyaan dari Anggota Banggar DPRD dengan dihidupkannya kembali pertunjukan Air Mancur Sri Baduga tanpa dipungut biaya alias gratis yang memakan anggaran, apa dampak yang diperoleh Pemerintah Daerah?
Jawaban Ketua TAPD yang juga menjabat Sekretaris Daerah Pemkab Purwakarta, Norman Nugraha yang langsung menghadiri rapat memberi penjelasan, dengan tayangnya atau dihidupkannya pertunjukan air mancur itu bukan hanya sekedar pertunjukan.
Menurut Sekda Norman Nugraha, bagaimana ketika air mancur itu tayang atau air mancur itu dihudupkan kembali, perekonomian disekitarnya akan tumbuh, menciptakan lapangan pekerjaan, peluang usaha, tumbuhnya UMKM, pedagang-pedagang disekitar lokasi pertunjukan. ”Tentunya ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Purakarta,”jawab Norman.
Lebih jauh Norman menjelaskan, dengan pertunjukan air mancur itu, wisatawan yang datang ke Purwakarta bukan hanya wisatawan lokal tapi dari luar kota di Jawa Barat bahkan dari luar Provinsi Jawa Barat.
”Jadi, ketika air mancur tayang atau dihidupkan maka sektor pariwisata diharapkan lebih optimal dengan kedatangan pengunjung dari dalam daerah maupun luar daerah, hotel-hotel, restoran juga akan kembali tumbuh. Itu salah satu penyempurnaan dari infrastruktur yang akan terus kita benahi,”kata Sekda Pemkab Purwakarta, Norman Nugraha.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, Drs. H. Suhandi, M.Si menekankan pentingnya peran sektor pariwisata dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
Air mancur yang bisa menari di Taman Sribaduga itu, sebagai salah satu ikon pariwisata Purwakarta, diharapkan dapat menarik kembali minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Sektor Pariwisata bisa menjadi andalan Purwakarta untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat,” ujar Suhandi, belum lama ini.
Dijelaskannya, dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, diharapkan pula akan berdampak positif pada pertumbuhan usaha-usaha di sekitar lokasi wisata dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal yang berdampak pada masuknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak.
“Pengembangan sektor pariwisata juga jadi prioritas kerja kami. Karena, menurut kami sektor pariwisata akan jauh menguntungkan. Tentunya, hal itu akan berimplikasi pada peningkatan ekonomi masyarakatnya,” kata Suhandi.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyadari pentingnya pengembangan sektor pariwisata sebagai prioritas utama. Oleh karena itu, berbagai upaya strategis terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik destinasi wisata di Purwakarta.
Tidak hanya sekedar menyediakan atraksi wisata, Disporaparbud juga fokus pada kenyamanan dan kepuasan pengunjung agar mereka betah berlama-lama dengan harapan mereka mau kembali berkunjung dan membelanjakan uangnya.
Hal ini, katanya, sejalan dengan target untuk menciptakan pengalaman wisata yang “ngangenin” dan berkesan bagi setiap pengunjung.
“Kami bersyukur karena sampai saat ini Purwakarta masih menjadi salah satu tujuan wisatawan dari berbagai daerah,” kata Suhandi.
Data yang dimiliki Disporaparbud menunjukkan perkembangan signifikan sektor pariwisata Purwakarta dalam beberapa tahun terakhir. Namun, Suhandi menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukanlah alasan untuk berpuas diri.
Upaya-upaya berkelanjutan dan terencana masih diperlukan untuk memastikan pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat Purwakarta. Dengan semangat Hari Jadi ini, Kabupaten Purwakarta optimistis dapat kembali meraih kejayaannya sebagai destinasi wisata pilihan di Jawa Barat. (Jainul Abidin)










