PARA pengusaha topi dan kain di Desa Rahayu Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung Jawa Barat mengeluh, gara-gara.perputaran barang turun drastis hingga 90 persen.
Akibat Covid-19 menyerang Indonesia, omzet topi dan kain Cigondewah pun jadi lesu. ‘Sejak dua minggu terakhir, omzet penjualan topi dan kain menurun drastis. Pengiriman barang pun makin sedikit,” Kata Pengusaha Topi, Asep Andian dikediamannya RT 01 RW 05 Desa Rahayu Margaasih, Rabu (8/4).
Menurut Asep, menurunnya omzet akibat tidak bisa lagi mengirim barang ke pasar yang sudah menjadi langganannya, karena sudah ditutup. Selain itu, pesanan barang banyak yang ditunda atau digagalkan, akibat. jasa pengirimannya juga banyak yang libur.
“Saya biasanya mengirim barang kedaerah Jakarta, Surabaya, Medan, Makasar bahkan ke Nigeria,” ujarnya.
Akibat dari minimnya pesanan, pendapatan Asep pun anjlok dari Rp 2 miliar, sekarang tinggal 25 persennya. Dampaknya Asep melakukan pemgurangan tenaga kerja, dari awal berjumlah 200 orang kini tinggal 50 orang. di
” Ya sekarang tinggal 50 orang pekerja yang masih aktif, selebihnya saya liburkan dulu karena sudah tidak produksi lagi,” terangnya.
Bagi pekerja yang diliburkan terang Asep, ada pemberian kasbon atau pinjaman, tetapi dilihat situasi keuangan perusahaannya terlebih dahulu. Selain itu bagi karyawan yang dirumahkan, Asep juga memberi bantuan sembako.
Asep berharap, pemerintah bisa segera menstabilkan kondisi perekonomian dan mengatasi permasalahan yang diakibatkan pandemi Covid-19.
“Semoga kondisi ekonomi bisa kembali stabil seperti dulu. Apalagi mau lebaran, dimana puncaknya orang jualan pada panen,” terangnya. (hen).










