JUMLAH Orang Dengan HIV/ Aids ( ODHA) di Kabupaten Bandung mengalami peningkatan. Salah satu upaya untuk menekannya dengan pemeriksaan ibu hamil.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, dr.Yuli Irnawaty Mosjasari kepada dialogpublik dan liriknews, Senin (12/1/2026).
“Saat ini penderita HIV di Jawa Barat ada peningkatan, begitu juga di Kabupaten Bandung. Tetapi untuk besaran angkanya harus by data dan saat ini saya lagi engga megang datanya,” ujarnya.
Yuli menjelaskan, untuk menekan ODHA di Kabupaten Bandung salah satu upaya dengan pemeriksaan ibu hamil. Karena, dengan cara itu jika ada janin yang terkontaminasi virus HIV bisa terdeteksi secara dini
Oleh karena itu, dia berharap setiap ibu hamil wajib memeriksakan kandungannya. Untuk pemeriksaan tersebut sebaiknya dilakukan pada bulan pertama kehamilan.
” Sebenarnya untuk ibu hamil ada tiga program skrining yang dilakukan, diantaranya pemeriksaan HIV. Jadi diminta atau tidak pemeriksaan HIV tetap akan dilakukan,” tuturnya
Lebih lanjut, Yuli menerangkan penyebaran HIV selain diakibatkan oleh penggunaan jarum suntik lebih dari satu orang, juga akibat seks bebas dan hubungan intim sesama jenis.
Jadi, kenapa pemeriksaan HIV menyasar ibu hamil karena yang paling rentan terkontaminasi adalah ibu rumah tangga.
“Ibu nya tidak pernah kemana- mana dan tidak pernah ganti pasangan tapi terkontaminasi HIV. Hal itu bisa saja terjadi, mungkin itu ditularkan dari suaminya,” imbuh Yuli.
Jadi untuk mencegah penyebaran HIV, diantaranya menghindari hubungan intim sesama jenis, lakukan seks yang sehat dan tidak menggunakan jarum suntik secara beranai – ramai.
“Biasanya pada narkotika yang jenisnya disuntikan itu jarumnya satu dipakai oleh tiga bahkan lima orang. Berbeda dengan tenaga medis di SOP nya jelas, kalau mau nyuntik itu harus dilihatkan pada pasien bahwa jarumnya masih baru,” tutur Yuli.
Menurutnya, masa inkubasi HIV relatif lama bisa mencapai 10 tahun, sehingga untuk orang yang baru terjangkit tidak kelihatan apalagi bila imun atau daya tahan tubuhnya cukup bagus ODHA tersebut nampaknya sehat tetapi bisa menularkan HIV.
Untuk pengobatannya, ucap Yuli bisa dilakukan di Puskesmas melalui program PDP (Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan) disediakan konseling dan obat ARV (Antiretroviral) untuk menekan virus.
Dengan pengobahan yang rutin, diharapkan ODHA dapat hidup sehat, serta pencegahan penularan, terutama pada ibu hamil. (nk










