Pepeling Tema Pilbup Bandung 2020

PEMILIHAN  Peduli Lingkungan (Pepeling) merupakan tema untuk Pemilihan Bupati (Pilbup) Bandung, yang recananya akan dilaksanakan pada 23 September 2020. “ Kami mengapresiasi langkah KPU Kabupaten Bandung, yang kegiatan sosialisasi Pilbup dilaksanakan dengan penanaman pohon,” jelas Asisten Pemerintahan, Rulli Hadiana saat mewakili Bupati Bandung, Dadang M Naser pada sosialisi Pilbup dengan insan pers dan para penggiat lingkungan, Sabtu (23/11/2019) di Aula KPU Kabupaten Bandung, Soreang.

Menurutnya tema Pilbup yang diusung KUP, berkesinambungan dengan program Pemkab Bandung yang visinya, Maju, Mandiri, Berdaya saing termasuk soal peningkatan kualitas lingkungan. “ Kita mendukung upaya KPU menciptakan suasana Pilbup yang “teduh”. Mudaha-mudahan dengan menanam pohon, bukan saja memberikan rasa sejuk, tapi pohon bias menjadi cadangan oksigen bagi warga Kabupaten Bandung. Apalagi saat ini kan, mulai ada hujan, meskipun belum setiap hari, tapi mudah-mudahan pohon yang ditanam oleh KPU bisa tumbuh subur,” harapnya.

Mengenai anggran Rulli menjelaskan, untuk Pemiliha kepala daerah (Pilkada) serentak dananya diserahkan ke daerahnya masing – masing, termasuk Kabupaten Bandung. Jadi untuk perhelatan demokrasi tingkat kabupaten dengan hak pilih ( pemilu 2019 sekira 2 juta jiwa), sehingga Pemkab Bandung telah mengalokasikan dana untuk Badan Pengwas Pemilu (Bawaslu dan KPU)  di  APBD 2020.

Untuk anggaran KPU telah dialokasikan  Rp 110 miliar lebih, jumlah tersebut sudah termasuk pengajuan dana tamabahan Rp 20 miliar, sebab sebelumnya KPU megajukan biaya Pilbup hanya Rp 99 miliar saja. Rulli membenarkan, jika dana untuk KPU dan Bawaslu bersumber dari dana hibah.” Tapi meskipun  ada pengallokasian untuk KPU dan Bawaslu, namun tidak ada pengurahan pada dana hibah pada kegiaan social,” tuturnya.

Sementara Ketua KPU Kabupaten Bandung, Agus Baroya membenarkan, jika  pihaknya telah mengajukan tambahan anggaran Rp 20 miliar, dari pengajuan semula Rp. 9 miliar lebih. Penambahan tersebut, berdasarkan peraturan Menteri Keungan (Menku) yang digunakan untuk penyesuaian honor  petugas adhoc, diantaranya PPS dan PPK.

“ Ya kami meminta tambahan anggaran ke Pemkab Bandung sebesar Rp 20 miliar. Awalnya KPU hanya mengajukan anggaran Rp 90 miliar lebih, tapi sesuai surat dari kemenku adanya penyesuaian honor petugas adhoc,” tuturnya, seraya memanahkan, pihaknya mengucapkan teriamakasih pada Pemkab Bandung yang telah mendukung KPU sebagai pelaksana Pilbup 2020.

Dia menjelaskan, saat ini untuk Pilbup sudah memasuki tahapan sosialisasi. Pada tahap awal Pilkada  yang bertemakan Pepeling,, sosialisasi dilaksanakan dengan menanam pohon, dengan audiennya insan pers  serta para penggerak lingkungan. Menurutnya, dengan menanam pohon suhu politik di Kabupaten Bandung, saat berlangsungnya pilkada juga akan teduh.  “ Suhu politik Pilkada itu memanas,mudah-mudahan dengan ditanamnya pohon akan memberikan kesejukan, terutama pada suasana politik nanti.Ya selain perbaikan lingkungan dan cadangan oksigen buat kita,” tuturnya.

Gerakan menanam pohon tersebut akan terus dilaksanakan dalam setiap pelaksanaan sosialisasi, seperti pada Desember nanti dengan audeiannya pelajar seta guru. Kemudiana para stakeholder termasuk partai politik.

Mengenai pendaftaran calon, ujar Agus sesuai Peraturan KPU nomor 15 tahun 2019, untuk calon perseorang akan dilaksanakan pada 11 Desember, tapi itu juga belum pasti sebab katanya dari pusat ada perubahan. Cuma jelasnya, untuk jalur perseorangan minimal harus mendapatkan dukungan dari 153.443 orang dengan bukti e-KTP. “Untuk surat keterangan (suket) pengganti e-KTP belum ada keterangan, hanya dalam PKPU dijelaskan untuk jalur perseorangan dukungannya dibuktikan dengan e-KTP,” jelas Agus. (nk)

dialogpublik.com