PENATAAN Terminal Soreang, Kabupaten Bandung mangkrak. Lahan terminal dengan luas sekitar 2000 meter tampak tidak terurus dan dipenuhi semak belukar serta ilalang.
“Areal seluas 2000 meter itu diperuntukan perluasan Terminal Soreang, tetapi rencana itu tertunda hingga kini dan lahannya dibiarkan tak terurus,” jelas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Dr. Akhiri Hailuki saat ditemui di ruang kerjanya, Soreang, Rabu (7/5/2025).
“Lahan itu bekas pasar, karena saat direvitalisasi Pasar Soreang mundur ke belakang. Jadi untuk penataan Terminal Soreang tidak terlalu susah, tinggal meratakannya saja, kemudian dihotmix,” sambungnya
Dampak dari penataannya yang tertunda, Soreang jadi semrawut dan terminal bayangan menjamur hampir di setiap jalur angkutan kota (angkot).
” Untuk angkot Soreang -Leuwi Panjang ngetemnya di depan Masjid Alwi. Soreang – Banjaran di Pertigaan dekat Toserba Samudra. Bahkan Soreang – Ciwidey ngetem di arah ke Alun- alun,” imbuhnya.

Semua itu terjadi, karena Terminal Soreang kelihatan kecil jadi angkot enggan yang masuk terminal. Ditambah akses masuknya agak sulit, akibat jalannya yang kurang refresentatif.
Politisi Demokrat ini menegaskan, Terminal Soreang adalah etalase utama Kabupaten Bandung. Harusnya bisa tampil rapi, cantik, dan estetik.
Dengan kondisi terminal seperti Itu, selain memberi rasa nyaman pada penumpang, sarana transportasi publik yang layak serta daya tarik kawasan Soreang secara keseluruhan.
Sementara itu, Hailuki mengatakan, penataan terminal itu bersamaan dengan revitalisasi Pasar Soreang, sekitar tahun 2020- an. Karena pandemi Covid 19 rencana penataan tersebut tertunda sampai saat ini.
Terkait anggaran yang kemungkinan jadi kendala, dia menegaskan, hal itu bisa dibicarakan. Yang jelas, DPRD akan mendorong agar penataan Terminal Soreang cepat beres.
” Kita mentargetkan tahun 2026 harus sudah selesai. Karena tidak susah, lahannya sudah ada tinggal membenahi,” tuturnya.
Legislator asal dapil l ini berharap, dengan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat, percepatan pembenahan Terminal Soreang dapat segera terealisasi.
Sebelumnya, Hailuki melakukan peninjauan langsung ke Terminal Soreang. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi terminal yang merupakan salah satu wajah dari ibu kota Kabupaten Bandung.
Selain menyoroti lahan untuk perluasan Terminal Soreang, Hailuki berdialog dengan para sopir angkot dan petugas Dinas Perhubungan yang berjaga di Pos UPT Terminal Soreang.
Dia mendengarkan langsung aspirasi dari para pengemudi angkot yang mengharapkan penataan ulang serta peningkatan kenyamanan fasilitas terminal.
Selain itu, Hailuki menegaskan, selain Terminal Soreang pedagang kaki lima nya juga harus ada penataan, agar tidak terlihat semrawut. (nk)










