Pembagian BPNT Di Rancabali Berjalan Lancar

PEMBAGIAN Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT) di Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung, Jawa Barat berjalan lancar. Semuan keluarga penerima manfaat mengambil di agen yang sudah ditunjuk oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kab. Bandung.

“Alhamdulillah masyarakat sangat terbantu dengan adanya Program BPNT. ini merupakan terobosan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” Kata Suplayer CV Berkah Rahayu Jaya, Deni Rustandi, kepada dialogpublik.com, Selasa (14/4/2020) Cipelah Kecamatan Rancabali.

Menurut Deni, BPNT merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial. Bantuan, dalam bentuk bahan pangan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Terdiri dari beras 10 kilogram, telur 1 kilogram dan daging 1 kilogram.

“Komoditas yang dibelanjakan sebelumnya beras dan telur, namun saat ini pada Program Sembako ditambahkan dengan komoditas bahan pangan lain yang mengandung karbohidrat, seperti. Jagung, singkong, ubi, sagu serta umbi-umbian lainnya. Protein hewani (daging ayam, daging, ikan), protein nabati (tahu, tempe dan kacang-kacangan) dan vitamin (sayuran dan buah-buahan),” ujarnya.

Dia menjelaskan, sistem pembagian BPNT diatur menggunakan durasi menit dan pembatasan jumlah penerima bantuan. Misalnya, dalam durasi 30 menit hanya untuk 10 penerima bantuan. Lalu 30 menit selanjutnya juga untuk 10 penerima bantuan.

“Kami minta warga penerima bantuan harus tepat waktu, begitu selesai mengambil langsung pulang, agar tidak terjadi kerumunan,” ujarnya.

Dengan adanya program sembako harapnya, dapat mengurangi beban pengeluaran Keluaraga Penerima Manpaat (KPM), karenan sebagian kebutuhan dasarnya telah terpenuhi. Bahkan dengan adanya tsnbahan jenis pangan, dapat meningkatkan gizi masyarakat

Sementara Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatam Rancabali, Engkom mengatakan kenaikan bantuan program BPNT, sebagai upaya pemerintah pusat dalam mengatasi dapmak virus corona, terhadap perekonomian rakyat.

Selain tambahnya, supliyer dalam pengadaan komoditi sesuai dengan apa yang ada di spek dan tepat waktu saat pendistribusianya, sehingga para KPM tidak pernah komplain.

“jumlah bantuan program sembako yang diterima saat ini naik Rp 50 ribu, menjadi Rp 200 ribu per bulan,” ujar

Ungkapkan senada dikatakan Rani (42). Dia mengucapkan terimakasih kepada pemerintah, pemdamping PKH, TKSK dan yang lainnya atas bantuan dan perhatiannya kepada warga tidak mampuh. “Alhamdulillah bantuan sembako ini bermanpaat sekali buat keluarga kami,” tandasnya. (hen)