Pelatih Cabor Wajib Punya Sertifikat Kepelatihan

PARA pelatih yang memegang cabang olahraga, wajib memiliki ‘lisensi’ atau sertifikat baik level Jawa Barat maupun level nasional. Sertifikat kepelatihan ini sebagai syarat bagi para pelatih, agar menghasilkan atlet-atlet yang berkualitas dan meraih prestasi terbaik.

Demikian dikatakan Drs Djaka Chaerul Kepala Dinas Pemuda, Olahraga Pariwisata (Kadisporapar) Kabupaten Kuningan ketika diwawancarai dikantornya Jl Raya Ciloa Kramatmulya Sabtu (23/3/2019).

Untuk meningkatkan kualitas pelatih, Disporapar Kuningan baru-baru ini mengadakan kursus pelatih diantaranya Kursus kepelatihan bagi para pelatih Tenis meja dan Futsal dengan kategori sertifikat level Nasional dan level Provinsi .

Kursus pelatih ini diikuti 50 orang pelatih berlangsung selama tiga hari (20-22/3/”2019) bertempat di Grage Sangkan Hotel Spa Sangkanurip-Cilimus.

Pelatih Cabor Tenis meja dan Futsal ini diharapkan kedepan dapat membina sekaligus meningkatkan prestasi atlet, selain bersertifikat juga punya tambahan ilmu kepelatihan untuk dasar melatih.

olah raga2“Seperti membentuk tim tim futsal di club untuk persiapan menghadapi event kejuaraan antar club AFK maupun tournamen lokal yang dilaksanakan di Kuningan maupun di luar kota”, ujarnya. Diiharapkan dua-tiga tahun kedepan ada peningkatan kualitas tim futsal yang solid dan handal.

Majunya olahraga kata Djaka Chaerul ada 4 syarat mutlak yang harus dipenuhi yaitu, sarana dan prasarana untuk berlatih, (contohnya lapangan futsal) adanya anggaran dan program pelatih yang dilaksanakan secara rutin oleh para pembina /pelatih yang bersertifikat.

“Artinya bahwa pembinaan atlet itu benar benar berkualitas terutama para pemain berbakat, tegasnya.

Disamping hasil monitoring atau melalui pemilihan pemain berbagai tournamen. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, kelengkapan kebutuhan atlet seperti bola, kostum dan obat obatan lainnya. Kelengkapan itu untuk kebutuhan atlet, baik dalam berlatih maupun bertanding kemudian yang lebih penting lagi adalah adanya anggaran yang ditetapkan untuk kebutuhan tersebut.

Tujuan dari kegiatan kursus pelatih ini, Selain memberikan pengalaman dan meningkatkan kualitas pelatih serta untuk mencetak atlet-atlet handal yang berprestasi.

“Target kedepan mudah mudahan bisa dilaksanakan kembali program ini, agar jumlah pelatih yang berwawasan olahraga dan memliki kualitas jumlahnya semakin meningkat”, pungkas Djaka. (H WAWAN YR)

dialogpublik.com