Pelaku Curas di Alfamart Rancaekek Dibekuk Petugas

DUA orang pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang menyatroni Alfamart Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (31/12), kemarin dibekuk Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandung.

Keduanya berhasil ditangkap di dua tempat berbeda, yakni YH di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, dan DD di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Hendra Kurniawan, S.IK., mengatakan, setelah menerima informasi terjadinya curas di salah satu supermarket, pihaknya langsung melakukan pendalaman dan mengolah Tempat Kejadian Perkara (TKP)

“Kejadiannya itu sekitar jam 22:00 WIB, tanggal 31 Desember 2020 pas malam Tahun Baru. Jadi yang bersangkutan, modusnya adalah masuk ke toko tersebut menjelang tutup, kemudian menodongkan senjata tajam (sajam),” jelas Hendranya, di Mapolresta Bandung, Soreang Jawa Barat, Senin (4/1/2021).

Hendra memaparkan, dalam melakukan aksinya, kedua pelaku mengikat tangan korban (pegawai Alfamart) dengan menggunakan ripet, kemudian dibawa ke bagian belakang (gudang), setelah itu mereka menggasak uang hasil penjualan dan sejumlah rokok.

“Yang menarik adalah kedua orang pelaku ini, ada hubungan kakak dan adik ipar, masih keluarga. Relatif masih muda, umur 21 dan 20 tahun. Motifnya karena ekonomi,” jelasnya.

Menurutnya, pelaku utama yang berinisial YH (21) rupanya pernah bekerja di Alfamart. Dengan ini, YH tahu persis pukul berapa uang terkumpul dan aspek keamanannya seperti apa.

Saat beraksi, para pelaku menggunakan hoodie supaya wajahnya tidak terlihat, karena mereka tahu persis bahwa di setiap supermarket tersebut pasti ada CCTVnya.

“Tetapi dia kurang pintar juga, karena tidak ada kejahatan yang sempurna. Masih ada saksi-saksi yang melihat ke arah mana pelaku lari. Kemudian atas inisiatif dari tim kita, olah TKP, menanyakan saksi, akhirnya bisa mengarah ke pelaku,” ucapnya.

Pelaku ditangkap, kurang lebih 4 jam setelah kejadian. “Kedua pelaku bisa kita ungkap, dan memang bisa kita temukan alat buktinya lengkap dengan mereka,” imbuhnya.

Dari tangan para pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu bilah sajam jenis golok dengan panjang 30 cm, empat buat tiket, uang Rp. 9.600.000, sweater warna hitam dan biru serta topi.

“Pelaku bukan residivis, dan ini merupakan aksi pertama. Berdasarkan keterangan dari pelaku, ini murni faktor ekonomi. Kedua pelaku dijerat Pasal 365 KUHPidana, Pencurian dengan Kekerasan, ancaman hukuman 12 tahun penjara,” pungkasnya. (nk)

dialogpublik.com