Pelajar PERSIS 109 Kujang Hadapi Pandemi Dengan Dakwah Antar Angkatan Melalui Media Sosial

TELAH terbukti bahwa edukasi merupakan salah satu aspek keperluan bangsa, yang berpengaruh besar mengenai jalannya kehidupan, terkhusus bagi para pelajar.

Tidak hanya sekedar mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) formal, ragamnya bercabang hingga dapat memanfaatkan canggian teknologi sudah tidak asing bagi para pelajar, baik dalam bentuk formal maupun non formal, terkhusus di tengah pandemi ini.

Formalnya pendidikan sekolah dan lembaga lainnya tidak menjadikan pelajar dan para alumni puas begitu saja, hingga terbesit di antara mereka untuk menyuratkan suatu ide, dengan memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan dunia saat ini, yaitu mengenakan fasilitas kecanggihan teknologi. Hal tersebut di sampaikan Ajeng selaku Pelopor Kajian di media online. Senin (11/05/2020).

“Aplikasi, berupa diskusi rutin setiap pekan di radio bahkan hingga live di instagram Sejak 02 Mei 2020 terus berlomba dari angkatan ke angkatan, sebagai sarana silaturahmi antara alumni dan calon alumni pada masanya”, ujarnya.

Iqbal Alumni 109 Kujang yang juga selaku pelopor mengatakan, siapa tahu jadi amal jariyah karena terinspirasi dari Al-Qur’an tentang fadailil Amal.

put.1“Eksekusi atas rasa Syukur masih diberi kesempatan duduk di bulan Ramadhan dan mendengar tawaran spesial Ramadhan, di mana banyak sekali kebaikan menjadi bertubi-tubi untuk Kebaikan diri, apalagi menebar kebaikan, Makanya ada ungkapan, siapa yang menyemai dia akan menuai”, tuturnya.

Sementara itu Mahira selaku pelajar Persatuan Islam (PERSIS) 109 Kujang mengungkapkan, banyak pelajar yang terinspirasi karena sistem edukasi yang tidak membuat bosan, dari sanalah, angkatan pelajar Persatuan Islam 109 lainnya mengikuti jejak langkah jihad mereka, dalam nuansa pandemi ini, dengan berdakwah.

“Mantap, perlu ditingkatkan. Karena selain tidak membosankan, sistemnya berpahala menggugah hati dan iman. Menambah semangat kaula muda, membuat sadar bahwa perubahan bangsa ada di tangan para pemuda.” ucap Mahira.

Ditambahkanya, Atas semua ikhtiar yang telah dilakukan selama ini, berbagai metode pendidikan standar berlaku saat ini bisa terus berkembang sesuai perkembangan zaman, tanpa harus ada dekandensi intisari pendidikan, yaitu bagaimana mempelajari seni mendidik orang lain.

“Semua keringat yang berguguran, bisa menjadikan Ramadhan 1441 H ini, Ramadhan yang lebih baik, dan keluar bulan Ramadhan, bisa menjadi pribadi yang lebih baik, dan hamba yang lebih taat”, pungkasnya. (Khaira Asa)

Tags: ,,