Pedagang Sajam di Pasar Baru Bertahan Sejak zaman Belanda

PEDAGANG Senjata Tajam (Sajam) asal Desa Taraju kecamatan Sindangagung, Kuningan Jawa – barat, yang satu ini harus bersaing ketat dengan pedagang Sayur, pedagang daging dan pedagang sembako di Pasar Baru Kuningan. Adalah Abah Remi (62) Pedagang ‘Sajam’ yang sudah puluhan tahun menekuni usaha ini. Bahkan turun temurun sejak jaman Belanda, orang tua dan kakeknya berdagang alat dapur berupa senjata tajam di Pasar Baru Kuningan.

Kios yang disewanya di pasar sejak dulu tak ada perubahan, hanya bedanya kalau era tahun 1950 an, masih lengang dan sepi. Namun sekarang sudah semakin ramai, kenang Abah Remi saat ditemui di kios pasar baru, Rabu 12 April 2023. Usaha ini melanjutkan ortu almarhum, dengan modal awal Rp 5 juta, terus berkembang secara bertahap, tutur abah Remi yang mengaku punya 1 cucu dari anak tunggalnya.

“Barang senjata tajam yang dijajakan berupa, Pisau dapur berbagai ukuran, Golok, Parudan, Pacul, Arit/Sabit, Kored (pacul kecil), Gergaji, Palu, Gunting, alat meteran dll. Sedangkan harga bervariasi dari yang termurah Rp 15 ribu, Rp 35 ribu sampai Rp 60 ribu keatas,” ucap Abah Remi.

Berdagang barang ‘Sajam’ ini mengalami pasang surut. Bila rezeki nomplok datang bisa dapat Rp 1 juta perhari, seperti dialami saat pandemi Covid-19, justru pembeli Sajsm rada meningkat. Sementara memasuki awal tahun 2023 omzet menurun. Itulah risiko pedagang, kadang ramai terkadang juga sepi, tuturnya tetap semangat. Bagi Abah tidak muluk-muluk yang penting bisa beli beras dan dapur selalu ngebul. (H WAWAN JR)