Pedagang Pasar Tagog Padalarang Minta Harga Kios Jangan Terlalu Mahal

UNTUK menempati kios yang akan dibangun nanti, Sejumlah pedagang Pasar Tagog Padalarang meminta keringanan harga kios tidak terlalu mahal. Pedagang menawar harga yang telah ditentukan oleh PT Bangun Bina Persada sebagai pelaksana pembangunan pasar itu, harganya lebih ditekan lagi.

“Maunya kita harga dari perusahaan dikurangi lagi sejuta (Rp1 juta) atau lebih per meternya,” ujar salah seorang pedagang pakaian Pasar Tagog Padalarang H Endang Ruhiyat disela-sela Sosialisasi Tahapan Pembangunan Pasar Tagog di Villa Lemon Lembang, Rabu (19/6/2020).

pedagang
Kepala Dinas Perisdustrian dan Perdagangan KBB, Ricky Riyadi dan Wakil Direktur PT Bangun Bina Persana H Engkus Kusnadi sedang sosialisasi mengenahi harga kios pasar Tagog Padalarang di Villa Lemon Lembang

“Harga kios yang ditawarkan dari PT Bangun Bina Persada Rp17.500.000/ meter. H. Endang meminta harganya diturunkan lagi antara Rp16.500.000 atau bisa lebih murah lagi, terangnya.

Sementara Wakil Direktur PT Bangun Bina Persada H. Engkus Kusnadi mengatakan, idealnya harga untuk kios di PasarTagog Padalarang Rp20.000.000/ meter. Namun perusahaan membuat kebijakan harganya diturunkan menjadi Rp17.500.000/ meter.

“Harga itu sudah kita turunkan jadi Rp17,5 juta/ meter. Kalau mau turun lagi, ya kami juga harus mempertimbangkan kualitas bangunan,” tegasnya.

Untuk kualitas bangunan kios yang bagus, pihaknya harus memikirkan kekuatan bangunan hingga 10-50 tahun yang akan datang. Jika harga ditekan lagi, dikhawatirkan kualitas bangunan kurang bagus.

“Sebenarnya kalau dibandingkan dengan daerah lain, harganya jauh lebih murah. Di Pasar Bantar Gebang Bekasi saja, harga kios yang kami tawarkan Rp34 juta/ kios,”pungkasnya.(tris)