Musrèmbang Harus Dijalankan Secara Subtansial, Bukan Seremoni Tahunan

DEMI kemajuan Kabupaten Bandung Barat, (KBB), pembangunan tahun 2026, fokus akan diarahkan pada peningkatan pembangunan terutama akses dasar bagi masyarakat, diantaranya mengatasi wilayah blankspot dan kerusakan jalan yang masih menjadi keluhan masyarakat.

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)tahun 2026, yang digelar di Mason Pine kota Baru Parahyangan padalarang Senin (5/05/2026) lalu, Bupati Bandung Barat Jeje Richie Ismail memaparkan, berbagai prioritas pembangunan akan secara terbuka, ia menyebut RKPD kali ini bukan sebagai agenda rutin belaka, melainkan ruang strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat kearah pembangunan daerah yang lebih baik lagi,”tegasnya.

” Blankspot dan jalan rusak terus kami tangani, tahun depan peningkatan infrastruktur dan perluasan koneksivitas digital akan menjadi prioritas utama,”jelasnya.

Bupati Bandung Barat Jeje Richie Ismail

Tak hanya infrastruktur saja, Jeje menambahkan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik bagi kesehatan akan ditekankan, Ia akan menempatkan minimal satu tenaga kesehatan dan satu pasilitas pelayanan disetiap desa, kami ingin memastikan pelayanan dasar hadir langsung ditengah-tengah masyarakat,”imbuhnya.

Lebih lanjut Bupati Bandung Barat Jeje Richie Ismail menjelaskan, dalam hal mengentaskan kemiskinan dalam program intervensi gizi, berupa bantuan susu, dan telur untuk Ibu menyusui, hingga insentif bagi petani, UMKM, dan aparat kewilayahan akan digulirkan secara teratur .

“Dalam pembangunan, kita harus bisa menjawab bagi kebutuhan masyarakat, bukan hanya sekedar proyek semata, melainkan semuanya harus berdampak positif bagi masyarakat”, Ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengusung prinsip transparansi dan akuntabilitas, dalam pelaksanaan pembangunan, semua harus terdata, terekam dalam SIPD RI dan bisa dipantau oleh masyarakat, Kemendagri hingga KPK.

Bupati Bandung Barat Jeje Richie Ismail menambahkan, tantangan utama dalam penyusunan RKPD adalah, menyinergikan keinginan masyarakat dengan kemampuan piskal daerah, dengan Musrembang inilah menjadi solusi untuk menyelaraskan dan merumuskan prioritas bersama .

“Di forum musrenbang inilah wadah yang tepat untuk menampung,aspirasi dan masukan dari semua pihak”

“Partisipasi masyarakat sangatlah penting, kami tidak ingin pembangunan hanya datang dari atas, (Top down), tapi benar benar dari bawah ke atas,( Bottom up),”pungkasnya.(diskominfotik)