KEHIDUPAN artis musisi dan penyanyi Kota Cirebon merasa prihatin sejak mewabahnya Corona Virus Disease (Covid-19), yang akhir-akhir ini melanda seluruh negeri.
“Selama ini kami tetap diam di rumah saja, sesuai anjuran pemerintah hingga praktis kami mengisolasi diri di rumah. Semua job batal dan otomatis kami tidak dapat bekerja alias jadi pengangguran Semua cafe ditutup sementara, dimana kami biasa ‘ngamen’ mencari sesuap nasi”, tutur Yundi musisi Cirebon disela-sela diberlakukannya PSBB, Rabu (6/5/2020)
“Untuk menggantikan semua ‘job’ yang batal, terpaksa kami mencoba untuk tetap bertahan dan berkarya dengan cara NGAMEN ON LINE di ‘medsos’ sekedar mengais rezeki untuk menyambung hidup, dari hasil para dermawan yang peduli, kami berbagi dengan sesama musisi”, ujarnya.
Kedepan para musisi ingin punya wadah atau rumah seniman, sebagai ajang silaturahmi sekaligus dapat berkarya dijalur musik. Regenerasi musisi juga perlu pembinaan dan diarahkan kearah positif.
Khusus kepada para wakil rakyat, “kami menghimbau agar dapat berbagi pada musisi meskipun hanya sekedarnya, jangan berbagi pada konstituennya saja, kami pun bagian dari itu”, tegasnya.
Menurutnya, mereka tidak berharap banyak untuk di-kasihani, tetapi hendaknya peduli dan dilandasi rasa ikhlas terhadap sesama. Tidak memberi pun bagi kami tidak masalah, yang penting tetap berkarya dan tetap semangat menghibur diri dan membahagiakan semua orang melalui music.
“Dari hasil ngamen kami berbagi kepada musisi yang benar benar membutukan disaat situasi ‘paceklik’ panjang akibat terdampak pandemik Covid-19”, ujarnya.
Yundi berharap semoga pandemik Covid-19 ini, segera selesai agar kami bisa bermain lagi di cafe untuk bekerja dan mengais rejeki untuk menyambung hidup, “hanya itu saja harapan kami”, pungkas Yundi. [H WAWAN JR)










