Menjaga Lingkungan Hidup, Diperlukan Membangun Komitmen

BERDASARKAN Undang-undang no 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Yang tertuang dalam pasal 67, Bahwa setiap orang berkewajiban untuk memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup, serta mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup.

Dalam mensosialisasikan tersebut Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat mengadakan Sosialisasi Peningkatan Peran serta Masyarakat dalam pengendalian Lingkungan Hidup, dengan Tema Biru langitku Hijau Bumiku. yang dilaksanakan, Kamis ( 10/10/2019), diterminal Grafika Cikole Lembang.

34 Siswa/i dari sekolah adiwiyata yang ada di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Yang didampingi para kepala sekolahnya serta Beberapa LSM dan beberapa aktifis lingkungan sebagai peserta Sosialisasi Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengendalian lingkungan hidup. Kegiatan tersebut selain dihadiri Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, juga sebagai narasumber Bambang Nugraha Yulianto. Dari PT Indocemen serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat dan dari Pemerhati Lingkungan Komunitas Bandung Utara ( Kabut).

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, sangat mengapresiasi acara ini dihadiri para pelaku usaha dan para siswa didik baik tingkat SD, SMP, maupun SLTA. Menurutnya, ini salah satu bentuk kepedulian pemerintah dalam menanggulangi lingkungan hidup di KBB, khususnya penanggulangan sampah. “Harus sejak dini memberikan pemahaman tentang pengendalian sampah di lingkungan,” ungkap Aa Umbara.

aas
Kepala dinas Lingkungan Hidup KBB Apung Hadiat Purwoko (tengah) mengajak lumpaaat. Memerangi sampah

Apalagi sekarang lanjut Aa Umbara, Bandung Barat mempunyai program pengembangan sepuluh destinasi wisata dengan target ke depannya bisa mendatangkan satu juta wisatawan. Hal ini tentunya perlu ditingkatkan dari sekarang tentang penangulangan sampah, demi menunjang destinasi wisata. ” Kurang bagus dong ketika dikunjungi oleh wisatawan, lingkungannya banyak sampah atau kotor,”

“Sekarang pihaknya sudah membentuk sebuah wadah gabungan dari ratusan perusahan, mulai dari Apindo, PHRI, dan Asosiasi perusahaan lainnya untuk menghimpun anggaran CSR, yang nantinya akan dialokasikan untuk pengelolaan lingkungan hidup dan dunia Pendidikan”. terangnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB, Apung Hadiat Purwoko yang didampingi Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup, Zamilia Floreta.mengatakan, Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan akses informasi dan akses partisipasi kepada masyarakat tentang pengendalian lingkungan hidup

.” Ini bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan hidup dengan menyosialisasikanya pada siswa/i dari 17 sekolah adiwiyata ” untuk menanamkan kepada generasi muda sebagai penerus bangsa yang nantinya bisa peduli terhadap lingkungan , Dalam penanaman mengenai lingkungan hidup, Kami (DLH) KBB sebelumnya mengadakan Lomba gambar tentang lingkungan yang diikuti dari tingkat SD, SMP dan SLTA, ” terangnya.

KBB merupakan daerah penyangga provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung, yang sampai saat ini menjadi beban berat untuk Bandung Barat. tentang sampah. “Tinggal di Bandung Barat, kerja dan liburan ke Kota Bandung. Namun, kotorannya (sampah) ke Bandung Barat, sampai pendapatan asli dearah (PAD) pun masuk ke Kota Bandung, tetapi beban sampahnya ada di KBB,” imbuhnya

Apung, mengajak kesemua elemen masyarakat, Yang harus diperhatikan bersama, Untuk membangun komitmen dalam menjaga lingkungan hidup. “Manakala jumlah penduduk sudah bertambah, otomotis beban lingkungan hidup akan tertekan, “pungkasnya.(tries)

Categories: Pendidikan,Ragam

Tags: ,,

dialogpublik.com