Maung Bergerak Benahi Lahan Kritis, Agar Berproduksi Optimal

UPAYA peningkatan ketahanan pangan terus digalakkan pemerintah saat ini. Sebagai salah satu Instansi yang juga memiliki tugas pokok memperkuat ketahanan dan pertahanan, maka Kodam III/Siliwangi melalui satuan Teritorial dibawahnya, terus melibatkan masyarakat untuk bergerak melakukan upaya penguatan ketahanan pangan. Salah satu kegiatan Kodam III/Siliwangi dalam upaya peningkatan hasil pertanian masyarakat adalah dengan pemanfaatan pupuk Bios 44DC.

Penggunaan pupuk Bios 44DC dalam konteks “Pilot Project” pada lahan pertanian telah dilaksanakan. Salah satunya digelar di Dusun Sukamulya, RT 06/02, Desa Sukamukti, Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat. Kegiatan warga Dusun Sukamulya dalam mengembangkan pertanian padi menoreh hasil yang memuaskan, pasalnya dalam kurun waktu 35 hari tanaman padi tumbuh dengan pesat.

Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Slw Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto di sela – sela mendampingi Pangdam III/Slw Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo, melakukan penjemputan Prajurit Yonif 315/Garuda di Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta Utara, Rabu (29/6/2022).

Lanjutnya mengatakan, penggunaan Bios 44DC dalam upaya pengembangan demplot ketahanan pangan, telah diawali oleh Yon Armed 5 di wilayah Koramil 1325/LGN. Kegiatan yang dilakukan merupakan karya bakti sekaligus dijadikan bekal bagi prajurit Yon Armed 5 yang akan berangkat menjalakan tugas operasi, di perbatasan Indonesia – Malaysia. Tidak hanya disitu, telah dicanangkan peningkatan ketahanan pengan dengan pemanfaatan lahan kritis, yang akan di kelola agar dapat subur kembali hingga dapat ditanami serta menghasilkan produksi.

Di wilayah Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, dari hasil pendataan jajaran teritorial terdapat lahan kritis karena konflik sosial seluas 2,7 HA, lahan kritis akibat bencana alam seluas 100 HA dan lahan kritis karena kontur tanah seluas 0,13 HA. Selain lahan kritis di wilayah Korem 063/SGJ tersebut, Kodam III/Siliwangi juga akan menggerakkan aparat teritorialnya untuk memberikan solusi terhadap lahan kritis yang ada di wilayah Kodam III/Siliwangi.

“Hasil nyata dari Pilot Project penggunaan pupuk Bios 44DC yang diimplementasikan di Dusun Sukamulya, menggugah Dandim 0613/Ciamis untuk menghimbau Pemerintah Daerah, khususnya Kota Banjar agar beralih menggunakan pupuk Bios 44DC di setiap lahan pertanian yang berada di Kota Banjar,” ujarnya.

Pilot Project penggunaan pupuk Bios 44DC ini telah dilakukan oleh sejumlah petani yang berada di Kota Banjar, dengan total luas lahan persawahan lebih kurang 4.010 meter persegi atau 286 bata. Tanaman padi tersebut saat ini memasuki usia tanam ke – 35 hari. Rencananya akan dilaksanakan pemupukan dengan penyemprotan Bios 44DC kedua, pada tanggal 2 Juli 2022 mendatang.

Kegiatan tersebut, selain merupakan upaya TNI dalam mendukung Pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan, juga merupakan salah satu upaya untuk memberikan solusi mensejahterakan masyarakat, melalui inovasi yang digagas oleh Pangdam III/Slw.

Senada dikatakan Kapendam III/Slw, Dandim 0613/Ciamis Letkol Inf Wahyu Alfiyan Arisandi akan menghimbau para petani untuk berkordinasi dengan Pemerintah Daerah, agar dalam pengelolaan pertanian di setiap lahan dapat menggunakan Bios 44DC, karena setelah melihat tanaman yang diberi Bios 44DC ini sudah terlihat semakin baik sejak usia ke 35 hari.

Sementara itu Dasa (45), selaku petani yang menjalankan Pilot Project mengatakan, dengan penggunaan Bios 44DC sangat terlihat jelas perkembangan tanaman, sangat cepat dan subur. Dirinya berharap para petani mendapat dukungan kembali Bios 44 DC guna meningkatkan hasil pertanian yang memuaskan.

Pada kata penutupnya Kapendam berharap. tentunya selain meningkatkan produksi lahan pertanian, juga dapat menjadikan lahan kritis serta lahan-lahan yang kurang dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat, dapat berproduksi. (Pen).

dialogpublik.com