LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon Berhasil Petakan Komoditas Unggulan

LEMBAGA Pengelola Penelitian dan Pengabdian (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar ekspos hasil pemetaan potensi desa berbasis komoditas unggulan di Desa Buninagara, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Rabu (17/11/2021).

Acara yang dilaksanakan di GOR Desa Buninagara itu dihadiri 40 orang peserta, yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, seperti aparatur pemerintah desa setempat, pengurus RT dan RW, perwakilan kelompok perempuan, dan pengurus lembaga desa lainnya.

Kegiatan ekspos ini merupakan bagian dari diseminasi hasil pemetaan potensi desa terkait dengan komoditas unggulannya yang sebelumnya telah dilakukan melalui pemetaan ruang, penelusuran sejarah desa, dan identifikasi komoditas unggulan.

Pemetaan ini digawangi Toto Suharto, S.E, M.Si, Turasih, S.KPm, M.Si, dan Suciyadi Ramdhani, M.Ant dan 7 (tujuh) orang mahasiswa dari Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Ketua LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H Ahmad Yani, M. Ag, menjelaskan, latar belakang diselenggarakannya program ini, sebagai bagian perwujudan amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Maka dari itu LP2M, akan berupaya maksimal mendampingi masyarakat hingga level desa terbaik. Diharapkan dari semua itu akan lahir inovasi pembangunan desa, khususnya di Desa Buninagara yang tengah dipetakan.

Mengenai tim pelaksana pendampingan pemetaan potensi desa berbasis komoditas unggulan ini, terdiri dari dosen dan mahasiswa yang secara partisipatif melibatkan peran masyarakat di lapangan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Desa Buninagara kini ini tengah bertransformasi dari desa maju menuju desa Mandiri. Hal itu berdasarkan indeks kemandirian desa (IDM), yang menunjukkan desa itu telah berhasil mengelola potensi sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi. Guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakatnya.

Turasih, S.KPm, M.Si sebagai perwakilan tim pendamping, menambahkan, dalam mewujudkan desa mandiri itu perlu ditingkatkan kemandirian pembangunan desa, baik dari kualitas hidup maupun kesejahteraan masyarakatnya.

Upaya itu, kata dia, dapat direalisasikan dengan melibatkan kerjasama semua unsur pemerintah, baik di pusat hingga kabupaten. Termasuk stakeholder lain, termasuk perguruan tinggi.

“Dalam mendorong transformasi Desa Buninagara menjadi desa mandiri,
kami berhasil menyusun output pemetaan, berupa peta ruang potensi desa, video profil desa dan buku profil berbasis komoditas unggulan,”paparnya.

Dia menegaskan, desa juga harus mau membuka ruang kerjasama dengan berbagai pihak dalam meningkatkan kapasitasnya jika ingin berinovasi.

Untuk itu perlu perencanaan yang matang dengan berbasis data lapangan dan potensi masyarakat serta potensi sumber daya yang ada di desa. Sehingga model pembangunan tidak hanya selesai di atas kertas.

“Dari hasil penelitian kami, potensi yang ada di Desa Buninagara di antaranya kerajinan anyaman bambu dan makanan lokal yang ke depan jika dioptimalkan dapat menjadi ikon desa setempat,”tuturnya.

Kepala Desa Buninagara, Asep Sukmawan, S.IP mengucapkan terima- kasih atas kerjasamanya dan mengapresiasi atas pendampingan LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang akan mendorong desanya berubah menjadi desa mandiri.

Hasil dari pemetaan ini, lanjut dia, akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pembagunan desa dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

“Desa kami akan terus bergerak dan berinovasi guna meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat desa. Hal itu sebagaimana amanat UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa pasal 67 ayat (1) dan (2) tentang hak dan kewajiban desa,”jelasnya.(Rozan)

Categories: Pendidikan,Ragam

dialogpublik.com