LDN Mencari Bibit Unggul

KEMENTRIAN Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar Liga Desa Nusantara (LDN), untuk mencari bibit unggul di bidang persepak bolaan. LDN ini merupakan kali kedua, sebelumnya berlangsung pada 2018 yang lalu.

LDN tahun ini diikuti  24 provinsi yang akan di laksanakan sekitar Oktober atau November mendatang. Sementara tahun lalu sekitar 1200 desa  dari 21  provinsi mengikuti LDN. Provinsi tersebut, diantaranya Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, NTT dan Maluku Utara.

Tenaga ahli program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa (P3MD) Kabupaten Bandung, Dicky Yudhia Ramadhani menjelaskan, LDN bertujuan untuk mencari bibit unggul dari tingkat desa. Di desa jelasnya, “cukup banyak anak- anak yang memiliki bakat sepak bola”.

Melalui LDN tambahnya, para pemuda desa bisa mengembangkan potensinya di bidang sepak bola sekaligus jadi solusi untuk persoalan pemain yang selama ini terjadi di PSSI. “Data base pemain yang dimiliki PSSI relatif kurang, jadi dengan LDN diharapan bisa menemukan “benih” pemain profesional di masa depan”,   ungkapnya, Jumat (29/3/2019) di Soreang.

Dengan  LDN diharapkan, sepak bola bukan saja olahraga yang memasyarakat tetapi harus menjadi kebanggaan, mulai tingkat desa hingga nasional.

“Kami ingin fokus membangun anak anak yang betul betul kuat dan menjadi cikal bakal pemain dilevel  atas,” imbuhnya.

Dicky menjelaskan, pada tahun ini Kabupaten Bandung akan menambah jumlah tim karena tahun ini sebanyak 24 provinsi akan mengikuti LDN  tersebut. Tahap awal ungkapnya, LDN diadakan secara serentak di masing-masing lokal kabupaten.

“Juara kabupaten akan bertanding ditingkat provinsi.  Juara provinsi akan tarung pada LDN tingkat nasional,” paparnya.

Dicky berharap, seluruh desa di Kabupaten Bandung dapat berpartisipasi dalam LDN 2019 nanti. Sehingga goalnya nanti kabupaten dengan 270 desa club sepakbola profesional yang pemain pemainnya lahir dari LDN. (Hen/bas).

 

dialogpublik.com