Kuningan Rawan Bencana Tahun 2020 Terjadi 260 Kali

SELAMA tahun 2020 Kabupaten Kuningan dilanda bencana banjir, longsor, angin puting beliung maupun kebakaran, yang terjadi 260 kali di beberapa kecamatan. Bahkan memasuki tahun 2021 hingga April ini sudah terjadi 114 kali bencana alam di sejumlah desa.

Hal itu dikatakan Sekda Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2021 di Kantor BPBD Kabupaten Kuningan, Senin (26/4/2021).

Pencegahan dan mitigasi tegas DR Dian, harus menjadi ruh kesiapsiagaan bencana. Bersamaan dengan momentum lahirnya Undang-undang nomor 24/2007 tentang penanggulangan bencana. Seperti diketahui bahwa wilayah Kuningan, sangat rawan terhadap bencana, antara lain bencana hidrometeorologi, yang dampaknya dipicu oleh kondisi cuaca dan iklim dan bencana geologi, seperti misalnya erupsi gunung berapi dan gempa bumi.

Mencermati perkembangan cuaca melalui informasi BMKG adalah salah satu upaya kesiapsiagaan bencana. “sudah menjadi agenda kita semua untuk membangun kemandirian, dan mendorong perencanaan pembangunan tematik.

Menurut Dian, implementasi di tataran pemerintah RI dalam kesiapsiagaan bencana ada beberapa hal yang dapat dilaksanakan, utamanya adalah dalam rangka mitigasi kebencanaan. karenanya, upaya pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan harus terus menerus dilakukan, ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan, dalam kegiatan ini terdapat latihan evakuasi mandiri diawali dengan pemukulan kentongan/lonceng/ alarm/sirine sebagai penanda simulasi, tepat pada pukul 10. “Selanjutnya masyarakat bergerak menuju tempat evakuasi yang aman dan mudah dijangkau masyarakat dalam waktu singkat.” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Indra Bayu Permana berharap, masyarakat semakin tangguh menghadapi bencana. Lebih dari itu, muncul kesadaran dari lubuk hati yang paling dalam tentang pentingnya “sadar bencana” serta ketegasan dari pemimpin atau kepala daerah.

Ketegasan dari pemerintah dan para pemegang kebijakannya sangat penting terhadap 4 langkah kesiapsiagaan bencana harus betul betul tersampaikan, dapat difahami dan menjadi suatu budaya di masyarakat, Imbuhnya

Hadir selain jajaran BPBD, THL dan Dharma Wanita dihadiri pula PMI, BTB (Baz Tanggap Bencana), TAGANA, SENKOM, Damkar Kuningan, Destana Karangsari, dan RAPI Rider Kuningan.(H WAWAN JR).