Komisi C Kecewa, Yanto ; PT NA jangan diakomodir ikut Tender

KOMISI C DPRD Kabupaten Bandung kecewa dengan pembangunan ruang.alat kelengkapan dewan (AKD), karena tidak sesuai harapan.

Untuk itu, Ketua Komisi, H.Yanto Setianto meminta, Pemkab Bandung tidak mengakomodir PT. Nabila Abadi (NA) untuk mengikuti tender pembangunan di Kabupaten Bandung.

“Tadi saya sudah koordinasi dengan bagian barjas (barang dan jasa), agar PT Nabila ini digaris bawahi, bila mana mengikuti tender lagi jangan dulu diakomodir, selama pekerjaan ini belum bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Yanto usai sidak lokasi pembangunan ruang AkD di Soreang, Selasa (27/9/2022).

Saat sidak Yanto didampingi anggota komisi diantaranya, Uus Firdaus, Toni Permana, Yayat Sudaryat, Hj.Renie Rahayu Fauzi serta Kabid.Pembangunan Gedung DPUTR Kabupaten Bandung, Dudyh Yualiandri .

Pada kesempatan itu Yanto menegaskan, jika proyek senilai Rp.3,3 milliar lebih itu mangkrak, selain akan meminta pertanggungjawaban DPUTR juga LPSE dan pihak lain yang telah menunjuk PT NA, sebagai pelaksana pembangunan di lingkungan DPRD.

” Kita juga sering melihat bangunan yang dibangun penuh dengan keapikan, caa kerja yang rapih. Ini cara kerjanya kemungkinan banyak kesalahan, contohnya material yang tidak terpakai “nambru” dimana mana,” jelasnya.

” Kita kan tidak beharap ada hal – hal yang tidak kita inginkan, bagaimana kalo ada percikan api yang mengakibatkan kebakaran dan sebagainya atau motor nabrak awi (bambu) yang pasulimpreng (berantakan) kan itu tidak diharapkan,” sambungnya.

Jadi tegas Yanto, pihaknya menekankan untuk melakukan pengawasan dan setiap teguran yang dilayangkan oleh konsultan serta pengawas, diinformasikan juga pada Komici C yang menamgani masalah infrastruktur.

“Ukuran yg dekat saja kalau tidak kita tidak pantau, bagaimana yang jauh. Jadi yang dekat ini harusnya lebih baik dari yang jauh. itu aja patokannya,” imbuh legislator Partai Golkar.

Proyek yang.pelaksanaannya 150 hari kalender tersebut, harap Yanto harus segera.diselesaikan, dalam kurun 2 minggu atapnya harus sudah terpasang.” Komon katanya sekarang dalam.pabrikasi, kita lihat aja,” ujarnya.

Yang jelas dari waktu pelaksanaan proyek, ungkap Yanto, kini tertinggal 49 hari atau 7 minggu. Saat itu jelasnya, harus sudah serah terima kunci gedung.

” Kita beharap tidak sampai kena penalty, karena dibayar juga belum baru uang.muka 30 persen, progresnya baru 34 persen jadi kalau pun ditinggalkan dia (PT.NA) rugi 4 persen dari nilai,” terangnya.

Yanto mengajak, semua pihak untuk memantau PT.NA, agar menyelesaikan pekerjaannya sesuai kontrak. Selain itu imbaunya, PPK tidak mencairkan pembayaran selanjutnya. (nk).

dialogpublik.com