Kepedulian Pimpinan Kepada Bawahannya Mutlak Harus di Miliki

KEPEDULIAN seorang atasan terhadap pegawai yang menjadi tanggungjawabnya untuk memberi kesejahteraan sudah selayaknya dimiliki seorang pemimpin. Kesejateraan dimaksud bisa menyangkut penghasilan materi secara terukur. Bisa pula kenyamanan bekerja dengan atasan dan lingkungan tugasnya.

Gambaran itu yang tertangkap dari harapan satu diantara para Kepala Bidang (Kabid) yang bertugas di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Heryadi Erlan Wibisana Djuharyat, S.STP biasa disapa Abah Erlan alias Abah Dilan. Yang bersangkutan belum lama memangku jabatan sebagai Kabid Pengembangan dan Keselamatan (Bangsel) di kantor Dishub Kabupaten Purwakarta .

Sepak terjang pria lulusan pendidikan dari Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) ini patut jadi gambaran pejabat lainnya. Dia sangat peduli terhadap bawahannya walaupun baru menjabat kurang dari 2 bulan disana. Namun hampir semua nama dan cara kerja anak buahnya yang jumlah THL-nya ada 115 orang dan PNS-nya 22 orang pegawai dia mengenalinya.
“Ngenah miluan jeung Abah Erlan mah teu loba codekah (bahasa Sunda=Enak ikutan Abah Erlan tidak macam-macam),”kata seorang pegawai yang mengaku mengenal atasannya itu sejak Heryadi Erlan bertugas di kantor Kesbangpol Kabupaten Purwakarta.

“Selama saya jadi PNS lebih sering menjadi petugas lapangan. Jadi sudah terbiasa dalam bergaul kepada siapa saja,”kata Abah Erlan mengawali bincang-bincang dengan wartawan media ini di sebuah cape WKWK di Jl.Siliwangi Purwakarta, Kamis (5/9/2019).

Abah Erlan sempat menyinggung soal keberadaan pegawai Tenaga Harian Lepas (THL) yang belakangan banyak diperbincangkan. Menurutnya, masih lebih banyak pegawai THL bertanggungjawab atas pekerjaan yang dibebankan kepada mereka. “Mungkin ada saja oknum yang menyalahgunakan tugasnya. Tapi THL dibawah pengawasan saya Insya Alloh tidak seperti yang dituduhkan. Coba saja anda cek dan lihat langsung,”tambah Abah Erlan.

“Di bidang yang saya jabat sekarang masih membutuhkan THL sekitar 30 orang pegawai untuk mengisi titik-titik rawan macet dan kecelakaan. Sekarang baru terisi di 30 titik. Setiap titik jaga membutuhkan 2 orang pegawai,”ungkap Dilan mengurai kebutuhan pegawai di wilayah kerjanya.

Saat bincang-bincang Kabid Bangsel Dishub ditemani stafnya Halim. “Pak Halim ini lebih dulu di Bangsel,”kata Abah Erlan sambil memperkenalkan stafnya dimaksud.

“Tolong bantu kami beri masukan agar pegawai ditempat saya baik pegawai THL maupun yang PNS tetap semangat menjalankan tugas. Sampaikan kepada masyarakat pengabdian kami untuk mereka walaupun sebenarnya pengaturan lalu lintas bukan tugas pokok kami. Kami bersinergi membantu aparat kepolisian untuk kelancaran berlalu lintas agar masyarakat tidak terhambat beraktifitas dan mereka merasa nyaman,”harap Kabid Bangsel Dishub Heryadi Erlan alias abah Erlan.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Drs. H. Saepudin, M.Si usai menghadiri kegiatan pertemuan Bupati Purwakarta, Hj. Anne Ratna Mustika, SE dengan pengurus dan tim sepak bola ASAD Purwakarta, di Aula Janaka, Pemkab Purwakarta Jumat, (6/9/2019). membenarkan yang dikisahkan anak buahnya diatas.

“Ya kalau mau ideal sih memang masih ada kekurangan pegawai THL. Ada 15 titik rawan macet dan kecelakaan pada jam-jam tertentu. Tapi ibu Bupati sudah menginstruksikan semua OPD supaya pegawai-pegawai THL dirasionalisasi,”kata Kadishub, H. Saepudin.(jainul abidin)

dialogpublik.com