Kasus Suap Bupati Indramayu,Carsa ES Mohon Di Vonis Ringan

DIREKTUR CV Agung Resik Pratama (ARP) Carsa ES yang menjadi terdakwa kasus suap Bupati Indramayu, mengaku menyesal dan memohon Majelis Hakim yang menyidangkan dirinya agar menjatuhkan vonis hukuman seringan-ringannya.

“Saya mengaku bersalah dan menyesal dan mohon hukuman diringankan” ujar Carsa ES

Hal itu disampaikan terdakwa Carsa ES dalam sidang pembelaan dengan ketua Majelis Hakim Made Suardhita, pada Rabu 26 Pebruari 2020 di Pengadilan Tipikor Bandung Jalan RE Martadinata Kota Bandung.

Permohonan agar vonis hukuman terhadap terdakwa Carsa ES juga disampaikan penasihat hukumnya, H.Khalimi, SH.MH.

Dalam nota pembelaannya, Khalimi, mengungkapkan, terdakwa Carsa ES telah terbukti melakukan pemberian uang kepada, Supendi sebesar Rp.3,6 miliar., Omarsyah Rp.2,4 miliar dan Wempi Triyoso Rp. 480 Juta serta Abdul Rozaq Muslim senilai Rp.8,5 miliar.

“Namun semua pemberian uang tersebut bukanlah inisiatif dari terdakwa Carsa ES melaikan memenuhi permintaan dari Supendi bersama Omarsyah dan Wempi Triyoso, Abdul Rozaq Muslim.

Terdakwa Carsa ES merupakan korban dari suatu institusi Pemerintah dalam hal ini Dinas PUPR Kabupaten Indramayu yang tidak taat kepada aturan dalam pengadaan barang dan jasa, sehinga korbannya bukan terdakwa Carsa ES saja, tapi korbannya para pengusaha-pengusah lainnya.Jika tidak memberikan uang diyakini pengusaha tersebut,tidak akan mendapatkan proyek.

Selain itu terdakwa Carsa ES juga layak untuk diberikan sebagai Justice Collaborator karena dalam kasus ini Carsa telah membuka seterang-terangnya” Unjar Khalimi

Seperti diberitakan,dalam kasus ini Carsa ES, dinyatakanJaksa Penuntut Umum KPK terbukti bersalah menyuap Bupati Indramayu Supendi senilai Rp 3,6 miliar.

Sebagaimana dakwaan kesatu Pasal.5 ayat (1) hurup a UU Tipikor. Dan menuntutnya, selama 2, 5 tahun hukuman penjara, denda Rp 200 juta,Subsidair 6 bulan penjara

Dalam tuntutan Penuntut Umum KPK juga mempertimbangkan, hal yang memberatkan dan meringankan sebagai bahan pertimbangan.

Yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tidak pidana korupsi, dan pernah dihukum.

“Yang meringankan terdakwa kooperatif, sopan dan terus terang akan perbuatannya, menyesal, dan membantu mengungkap peranan pelaku lainnya,” ujar JPU

Terdakwa Carsa juga telah terbukti melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan kejahatan, baik memberi atau menjanjikan sesuatu” Ujar JPU

Kasus ini terungkap setelah KPK melakukan OTT dan menyita uang tunai Rp 685 juta. Selain Carsa, KPK menjerat Bupati Indramayu nonaktif Supendi, Kepala Dinas PUPR Omarsyah dan Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triyono sebagai tersangka.

Omarsyah diduga menerima uang Rp 2,4 miliar. Wempi Triyoso Rp.480 juta dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Abdul Rozaq Muslim senilai Rp.8,5 miliar *(Yn )