Kadisnaker Purwakarta Minta Perusahaan Untuk Tidak Menerima Pencaker yang Pakai Uang Suap

KEPALA Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, H. Titov Firman Hidayat, SH berjanji akan koordinasi dengan pihak-pihak perusahaan yang berdomisili di wilayah kerjanya agar tidak menerima Pencari Tenaga Kerja (Pencaker) yang memakai uang atau suap baik langsung maupun tidak langsung.

“Dimasa menjelang yang tinggal 2 tahun lagi pensiun ini saya ingin para Pencari Kerja (Pencaker) khususnya orang Purwakarta tidak lagi ada pungutan uang baik dilakukan oleh oknum pegawai di perusahaan maupun yang melalui pihak ke tiga,”janji Kadisnaker & Transnigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta, H. Titov

Hal itu disampaikan Kadisnakertrans, Titov  dihadapan pimpinan dan anggota dari dua Organisasi Massa (Ormas). Kedua Ormas itu ialah Ormas Manggala Garuda Putih (MGP) dan Ormas Laskar Merah Putih (LMP), Kamis (26/12/2019), di Aula Disnakertrans Jl. Veteran, Purwakarta.

Sementara Ketua Ormas MGP, Ramdan Juniar, S.Kom juga menyoroti soal minimnya Tenaga Kerja Lokal (TKL) di Purwakarta yang tidak punya banyak kesempatan menjadi pekerja di pabrik-pabrik karena terhalang adanya uang suap.

“Bapak (Kadisnakertrans-red) itu mewakili negara. Tidak boleh kalah oleh preman yang mengatasnamakan organisasi kepemudaan apalagi tekanan dari aparat desa setempat,”kata Ketua Manggala, Ramdan Juniar.

Sementara Ketua Ormas Laskar Merah Putih, Zakaria minta Kadisnakertrans segera membenahi persoalan ketenagakerjaan yang menjadi tanggungjawabnya,”harap Jack panggilan ketua Laskar Merah Putih Zakaria.

Sebab, apa yang dusampaikan Kadisnakertrans bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan.

“Apa yang disampaikan Pak Kadis kepada kami sangat bertolak belakang dengan kenyataan dilapangan,”papar Jack. (jab)