Jambore Desa di KBB Agar lebih melekat diganti dengan Jumbara ” Jumpa Aa Umbara”

SELURUH sekretaris desa (sekdes) se-Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengikuti Jambore Desa (Jade) yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KBB, Rabu (6/11/2019) di Perkemahan Cikole-Lembang. Selain sekdes hadir pula para Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kasi PMD) dari 16 kecamatan se-KBB.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KBB Wandiana mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari even tahunan yang diselenggarakan Propinsi Jawa Barat (Jabar). Pihaknya menyelenggarakan kegiatan serupa tingkat KBB ini, untuk yang pertama kalinya.

“Kegiatan ini merupakan interaksi positif diantara para aparat pemerintahan desa. Ke depannya, bisa saja menjadi agenda rutinan di tingkat KBB seperti halnya di Jabar,” ujar Wandiana, disela-sela acara Jade tersebut.

Secara garis besar, tujuan diselenggarakanya Jade tingkat KBB tersebut menurutnya, bisa dijadikan ajang perbandingan antara satu desa dengan desa lainnya. Kondisi riil desa di KBB, ditinjau dari kacamatan Indeks Desa Membangun (IDM) masih beragam. Mulai dari desa yang berkategori mandiri, berkembang, maju hingga tertinggal masih ada di KBB.

Diharapkan melalui even silaturahmi secara khusus ini, masing-masing desa bisa mempelajari antara satu dengan yang lainnya. Dengan demikian, kata Wandiana para aparat desa bisa mempunyai perbandingan jika melihat desa lainnya.

“Bisa jadi menambah wawasan bagi mereka dan studi banding itupun, tidak harus jauh-jauh ke daerah lain. Karena sebenarnya di kita (KBB) juga ada diantaranya yang sudah berhasil mengembangkan daerahnya,” tuturnya.

Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Setda KBB Aseng Junaedi mengajukan pergantian nama agenda tersebut. Menurutnya istilah Jambore, lebih lekat dengan pramuka. Untuk silaturahmi para aparat desa ini, lebih pas dengan nama Jumbara yang diartikan Jumpa Bersama Aa Umbara.

“Kegiatan Jumbara ini, bisa dijadikan literasi bagi pesertanya. Karena melalui silaturahmi ini, bisa sharing diantara mereka. Bisa juga sebagai ajang peningkatan kafasitas,” tegas Aseng.

Sementara Kepala Bidang Kelembagaan DPMD KBB Dewi Andani mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni 7-8 November 2019. Untuk hari pertama pihaknya mendatangkan sejumlah nara sumber untuk meningkatkan wawasan para pesertanya.

Acara yang dibuka oleh Bupati Bandung Barat H. Aa Umbara ini, pada hari keduanya mengikuti outbond. “Ini juga bagian dari program kita untuk membangun hubungan interpersonal antar peserta,” pungkasnya. (tries)

Categories: Pemerintahan

dialogpublik.com