Jalan Perlintasan Kabupaten Bandung – Cianjur Rusak Parah

JALAN perlintasan Kabupaten Bandung – Cianjur rusak parah, berluabang dan kiri – kanan jalan tidak dilengkapi kirmir. Sehingga saat hujan turun, air mengalir ke jalan dan menutupi lubang yang ada di jalan tersebut.

Para pengguna jalan ujar warga Desa Cipelah, Asep Supriatna (38) saat mengendarai kendaraannya harus pelan dan ekstra hati-hati, terutama disaat malam dan hujan turun.

“Kalau hujan lubangnya kan ke tutup air jadi tidak kelihatan. Banyak pengendara motor yang jatuh akibat terperosok ke dalam lubang,” ujarnya pada dialogpublik.com, Rabu (19/2/2020) di Cipelah, Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

yadi
Sekjen LMS Solusi Yadi Taryadi

Dia mengatakan, jalan yang menghubungkan Cipelah – Desa Patengan sudah lama dibiarkan rusak. Padahal jalan sepanjang.1500 meter itu, sejak difungsikannya 4 jalan eksisting Tol Soreang Pasirkoja (Soroja), dijadikan jalan lintas Kab.Bandung – Cianjur.

Ungkapan senada dikatakan Deni (45). Pengusaha beras dari Cipelah ini mengaku, dirinya sebagai pihak yang dirugikan dengan kondisi jalan rusak. Karena berasnya yang terjual selalu sedikit, itu bukan karena kualitasnya yang jelek tetapi akibat Deni sampai ke pasarnya selalu siang.

“Ya bagaimana ega siang, saya kan bawa kendaraannya harus pelan, pilih-pilih jalan biar ega terperosok ke lubang. Ya karena bawa kendaraannya kaya keong, akhirnya sampai di pasar konsumen sudah pada pulang,” tuturnya.

Asep dan Deni berharap, Pemkab.Bandung segera memperbaiki jalan tersebut. rusak “Kasihan para pengendara harus hati-hati ketika melewatinya, jadi tiap lewat sini makan waktu dan tenaga,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris LSM SOLUSI Sorot lingkungan hidup dan korupsi (Solusi) Yadi Taryadi mengatakan, jalan tersebut merupakan jalur lintasan yang menghubungkan Kabupaten Bandung dan Cianjur.

Jalan lintas tersebut, perlu diperhatikan dengan serius, karena sebagai wilayah perlintasan jalan itu dapat memberikan manfaat secara ekonomi bagi Pemkab Bandung dan masyarakat.

Untuk pembangunan jalan jelas Yadi, Pemkab Bandung harus memperhatikan faktor infrastruktur pendukung, misalnya gorong-gorong (Drainase) agar ketahanan jalan bisa lama dan tidak cepat rusak. “Itu kan bisa berimbas kepada efisiensi anggaran,” tegasnya. ( hen ).