Irsal A Nasution Master Biliar Indonesia Menatap Prestasi Dunia

PEBILIAR Nasional yang satu ini prestasinya tidak diragukan lagi. Selain menjadi kebanggaan orang tua, kebanggaan daerah juga  membawa harum bangsa dan negara di forum international.

Mengenal olahraga Biliar tutur Irsal Afrinesa Nasution, dimulai sejak usia 11 tahun, saat itu masih kelas 5 SD sambil ‘ngumpet – ngumpet’ takut dimarahi ortu, kenangnya saat diwawancarai melalui selulernya seusai latihan Divisi Pool Putra, di Piliphina, Senin (25/11/2019).

Hobi main biliar awalnya hanya iseng saja, tapi ternyata setelah ditekuni asyik juga. Belajar disiplin, sabar, konsentrasi dan fokus pada permainan, ujar anak ke 3 dari 4 bersaudara buah hati Usman Nasution/Armainizar, yang bermukim di Metland Cibitung Bekasi ini.

Kegemaran biliar ditekuni sejak masuk  kuliah (2005), dan berlatih setiap hari  rata-rata sampai 6 – 8 jam atas arahan Pelatih Nasional Edi Hartono (Coach Dino), tutur pebiliar kelahiran Binjai 32 tahun silam (6 April 1987).

“Target saya di event Sea Game Piliphina  (3-10 Desember 2019), tentu meraih yang terbaik dengan mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia”, ujar Irsal yang berobsesi tampil sebagai juara dunia.

Besar harapan saya, agar KONI Provinsi lebih memperhatikan lagi atlet-atletnya di Provinsi masing-masing. Artinya tidak hanya kalau ada event PON atau Sea Game saja, tapi jika ada atlet mengikuti kejuaraan dunia tolong difasilitasi, ujar penikmat musik yang suka nonton film komedi dan film action ini.

“Suka duka sebagai atlet biliar, selain hobi sekaligus jadi frofesi dalam kehidupan sehari-hari dan sedih juga manakala jauh dari keluarga”, ungkap bung Irsal yang saat ini menanti kelahiran anak pertama dari sang istri tercintanya.

Sementara itu, prestasi yang telah diraih  antara lain, runner up kejuaran dunia Grand final Guinness (2010), Medali Perak Sea Games Palembang (2011),

Champion Semen Gresik Open series Bandung (2011), Piala walikota Banjarmasin Open (2013 dan 2014), Perunggu Asian Games Guangzhou China (2010), Champion Manado Open (2016), meraih 1 Medali Emas 2 Medali Perunggu PON Jabar di Bandung (2016)

Menyusul Champion Lampung Open (2017), Champion Kamui Open di Batu (2018), meraih 1 Medali Emas 2 Medali Perak PORDA Jabar (2010), 2 Medali Emas 1 Medali Perak 1 Medali Perunggu Porda Jabar di Bekadi (2014), kemudian meraih 2 Medali Emas, dan 1 Medali Perunggu Porda Jabar di Bogor (2018) Keberhasilan saya tidak lepas dari doa restu ortu dan pembinaan prestasi yang dilakukan Pobsi Jabar maupun PB Pobsi

“Terima kasih atas dukungan semuanya, semoga kedepan olahraga biliar lebih berprestasi lagi”, pungkas dia optimis.(H WAWAN JR)

dialogpublik.com