Ini dia 3 Camilan Khas Purwakarta yang Wajib Dijadikan Oleh-oleh

PURWAKARTA saat ini telah menjadi destinasi wisata alternatif di Jawa Barat selain Bandung. Selain menawarkan objek wisata alam yang beragam, banyak lagi spot-spot wisata lainnya seperti wisata kuliner atau wisata belanja yang bisa dijadikan tempat menghabiskan waktu liburan bersama keluarga.

Namun tidak puas rasanya jika berwisata tanpa membawa pulang buah tangan untuk dibawa pulang. Banyak jenis olahan atau produk khas yang dihasilkan yang memiliki keunikan tersendiri, terutama dari kerajinan tangan maupun penganan khas Purwakarta.

Berikut ini rekomendasi 4 camilan atau penganan khas Purwakarta yang bisa dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang oleh para wisatawan. Berikut ulasanny.

oleh31.Simping Kaum

Simping, kue tipis gurih yang berbahan dasar tepung tapioka itu memang mudah didapatkan di Purwakarta. Terutama ketika memasuki daerah yang menjadi salah satu sentra pembuatan dan penjualannya, yakni Kampung Kaum, Jalan Baing Marzuki, Kelurahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta Kota.
Salah satunya toko Simping Teh Ina yang berada di Jalan Kusuma Atmaja No 21. Di sana, simping sudah dijual sejak tahun 1903 dan sudah memasuki generasi kelima.

Biasanya simping diberi bumbu seperti bawang, kencur, dan juga santan. Adonan ini kemudian dibentuk bulat-bulat tipis dan dimatangkan dengan cara dipanggang dengan menggunakan alat khusus.
Seiring berjalannya waktu, simping mengalami perkembangan dari segi rasa. Kalau biasanya simping hanya memiliki rasa gurih, saat ini sudah ada dengan aroma pandan dengan rasa yang sedikit manis, aroma nangka, pisang, keju, hingga cokelat.

Harga simping per bungkus dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau yaitu dengan harga Rp.5.000 – 11.000 saja. Sebagai pelengkap, penganan simping itu bisa dibawa pulang dengan menggunakan dus dengan menambah Rp.10.000.

oleh12. Semprong

Selain simping, penganan lain yang terkenal dari Purwakarta adalah semprong. Bahan bakunya terdiri dari tepung terigu, tepung tapioka, gula, santan, dan perisa akanan.
Makanan ini memiliki bentuk berbeda dengan simping yaitu berbentuk tabung panjang.

Pembuat dan penjual penganan ini banyak tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Purwakarta. Salah satu tempat yang bisa kamu kunjungi untuk melihat proses pembuatannya ada di Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta
Teksturnya yang garing dan rasa yang gurih dan manis membuat panganan ini banyak diburu untuk dijadikan oleh-oleh saat berlibur ke Purwakarta.

oleh23. Manisan Pala Wanayasa

Buah pala terkenal sebagai buah yang memiliki banyak manfaat. Selain bisa diolah menjadi sirup, manisan dan cemilan, pala juga bisa digunakan untuk menghangatkan badan, sebagai obat masuk angin, obat insomnia, serta untuk menambah nafsu makan. Air hasil rendaman pertama buah pala sendiri bisa digunakan untuk mengobati penyakit darah tinggi, sementara kulit buah pala dijadikan obat dan bijinya digunakan sebagai bahan bumbu masakan.

Sentra pengolahan buah pala berada di area home industri, sementara hasilnya banyak dijual di toko sentra oleh-oleh di daerah Wanayasa Kabupaten Purwakarta.

Di Wanayasa, ada dua jenis manisan pala yang dijual, manisan pala kering dan manisan pala basah. Walaupun hanya tahan hingga tiga bulan, manisan pala basah lebih banyak dicari dibandingkan manisan pala kering yang bisa tahan hingga lima bulan.(ADV)

dialogpublik.com