MEMASUKI hari ke 5 pencarian korban longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung masih nihil, Selasa (9/12/2025).
Koordinator Umum Posko Utama, Dani Angga Setiawan (40) mengatakan proses pencarian korban lebih banyak dilakukan secara manual. Sedangkan alat berat tidak selalu bisa digunakan sebab kondisi medannya labil.
“Sampai hari ini penggalian masih dilakukan secara manual, karena tanahnya sangat gembur alat berat tidak bisa bergerak bebas,” ujarnya.
Tiga korban yang masih dalam pencarian adalah Aisyah (70), serta Citra (19) dan Alfa (15). Ke tiganya tertimbun tebing yang ambruk pada Jumat (5/12) sekitar pukul 18.30 WIB, setelah hujan deras mengguyur wilayah Arjasari. Dua rumahroboh tertimbun material tanah dan batu longsor dari kemiringan bukit.
Selain proses pencarian, penanganan terhadap ribuan warga terdampak kini menjadi fokus utama.
Dani menjelaskan, hingga Senin kemarin jumlah warga terdampak mencapai 762 jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 415 orang mengungsi di posko utama Kampung Carirang, RW 08, sementara ratusan lainnya mengungsi di rumah kerabat di luar Desa Wargaluyu.
“Data ini masih dinamis karena pengungsi tidak berada di satu titik saja. Banyak warga yang tinggal sementara di rumah saudaranya di luar desa, jadi datanya masih bergerak,” ujarnya.
Dani menyebut bencana yang terjadi di Wargaluyu bukan hanya longsor, tetapi juga banjir bandang yang menerjang beberapa RW tak lama setelah kejadian longsor pada Jumat malam.
“Setelah longsor di RT 9, disusul banjir bandang hingga warga di RT 8, 7, 6, 5, 4, bahkan RT 1 dan RT 2 terkena dampaknya,” ungkap Dani.
“Warga yang mengungsi berasal dari RT 5,6, dan RT 7, sebagian dari RT 4 juga ikut mengungsi,” katanya.
Dani mengatakan bantuan kebutuhan pokok mulai berdatangan, namun persediaan hanya cukup untuk beberapa hari ke depan.
“Yang paling dibutuhkan para pengungsi itu logistik, karpet alas, selimut, dan susu bayi,” ucapnya.
Untuk kebutuhan air minum, posko menghabiskan sekitar 50 dus air mineral per hari. Sedangkan kebutuhan beras mencapai 1 kuintal per hari.
“Logistik bisa bertahan 3 sampai 4 hari ke depan, terutama untuk beras. Tapi kebutuhan air mineral hanya untuk satu hari satu malam,” katanya.
Dani berharap masyarakat dan lembaga kemanusiaan yang ingin memberikan bantuan dapat mengirimkannya langsung ke Posko Utama Kampung Carirang, RW 8, Desa Wargaluyu.(*)










