Hasil Survei LSI; Kepuasan Masyarakat Atas Kinerja Bupati Bandung Dadang Supriatna Capai 80,1%

LEMBAGA Survei Indonesia (LSI) menyebutkan, tingkat kepuasa masyarakat atas kinerja Bupati Bandung, Dadang Supriatna mencapai 80,1 persen.

Angka itu melebihi hasil survei tingkat kepuasan atas kinerja Persiden Joko Widodo, yang hanya mencapai 76,5 %.

Survei atas kinerja Bupati Bandung dilaksanakan selama periode 28 Mei – 4 Juni 2024 melibatkan 1.670 responden yang tersebar secara proporsional di 31 kecamatan.

Responden warga Kabupaten Bandung berusia di atas 17 tahun atau sudah memiliki KTP, terdiri dari berbagai latar belakang dan profesi.

Survei dilakukan menggunakan teknik sampling dan pengumpulan data menggunakan multistage random sampling dan wawancara langsung dengan bantuan kuesioner. Margin of error diklaim sekitar 2,4% dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam survei responden ditanya “Seberapa puas Bapak/Ibu dengan kinerja M Dadang Supraitna sebagai Bupati Bandung”.

“Hasilnya, 80,1 persen masyarakat Kabupaten Bandung merasa puas, sangat puas ,” tulis LSI dalam laporannya yang disampaikan ke Pemkab Bandung, Senin (8/7/2024).

Dalam laporan itu juga disebutkan, masyarakat yang menyatakan tidak puas atas kinerjanya Dadang Supriatna hanya 1,1 persen dan yang kurang puas sekitar 15,5 persen.

Dalam laporannya LSI mengungkapkan, alasan masyarakat puas terhadap kinerja Bupati Bandung diantaranya, soal pelayanan publik dan program lainnya yang pro rakyat, seperti insentif guru ngaji, insentif RT/RW, Linmas dan PKK hingga petani.

Bantuan sosial untuk mengurangi kemiskinan ekstrim dan menurunkan angka stunting, program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan agunan manfaatnya terasa oleh masyarakat dan mampu meningkatkan perekonomian sekaligus mengurangi pengangguran.

Selain itu, masyarakat Kabupaten Bandung merasa puas terhadap pembangunan infrastruktur, terutama pembangunan 5 unit rumah sakit dan puluhan sekolah baru.

Kemudian, masyarakat menilai sebagai kepala daerah, Dadang Supriatna mampu menjaga inflasi dan meningkatkan pertumbuhan daerah. Dalam kurun 3 tahun APBD Kabupaten Bandung dari Rp 4,6 triliun menjadi 7,4 triliun. (nk).