Hasil Evaluasi, Tarip PAM Tirta Giri Nata Pemkot Cirebon dan Pemkab Kuningan Naik

PEMBERIAN dana kompensasi air dari Sumber Mata Air Paniis menjadi topik bahasan Pemkab Kuningan dan Pemkot Cirebon dalam rapat Evaluasi Kerjasama Pengelolaan Sumber Mata Air Paniis Kecamatan Pasawahan Kuningan. Rapat berlangsung di Aula PAM Tirta Giri Nata Cirebon yang diihadiri Sekda Kota Cirebon, Drs. H.Agus Mulyadi,M.Si, Kamis (30/6/2022).

Sekda Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si menuturkan, rapat ini bertujuan untuk membangun silaturahim sekaligus mempererat hubungan kerjasama ekonomi antar Pemkab Kuningan dengan Pemkot Cirebon, khususnya dalam hal pengelolaan sumber mata air Paniis Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan.

Ia mengatakan, pelaksanaan kerjasama pengelolaan sumber mata air Paniis ini berdasarkan pada perjanjian kerjasama yang dimulai pada tahun 2009, artinya sudah berjalan kurang lebih 13 (tiga belas) tahun, yang mana telah mengalami 2 (dua) kali perubahan perjanjian kerjasama, terakhir dirubah pada tahun 2021.

“Perubahan perjanjian ini, merupakan kesepakatan sekaligus itikad baik dengan penuh kesadaran dari kedua belah pihak dalam rangka penyesuaian terhadap hak dan kewajiban yang dilatarbelakangi berbagai hal yang menjadi pertimbangan perubahan perjanjian kerjasama,” terangnya.

Sekda Dian mengatakan, Kerjasama Pengelolaan Air ini, tertuang pada Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Sumber Mata Air Desa Paniis Kecamatan Pasawahan dengan Nomor : PKS/46/2021, Nomor : 690/PKS.48-EKONSDA/2021 didalamnya ada pembahasan besaran tarif, tingkat kebocoran, dan masa waktu evaluasi.

Dalam perjanjian kerjasama didalamnya disebutkan Pemkot Cirebon memberikan dana kompensasi kepada Pemkab Kuningan sebesar Rp.206 /meter kubik TMT 1 Juli 2021, setelah dikurangi toleransi kebocoran sebesar 20 %, terhitung dari besaran debit air baku. “Pada kesempatan ini mengusulkan perubahan tarif sebesar Rp. 300/meter kubik,” pintanya.

Sedangkan usulan perubahan perjanjian diantaranya, Toleransi kebocoran, Peningkatan akurasi penghitungan debit air, Pertimbangan hasil kajian Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar sumber mata air Desa Paniis Kecamatan Pasawahan kabupaten Kuningan sebagai bentuk tanggung jawab sosial.

“Kami sebagai perwakilan pihak Pemkab Kuningan, atas dasar hak pengendalian dan pengawasan terhadap kegiatan pengambilan dan pemanfaatan air dari sumber mata air Desa Paniis serta dengan berbagai kajian dan pertimbangan, memandang perlu untuk dilakukan perubahan perjanjian kerjasama khususnya perubahan tarif kompensasi,” ungkapnya.

Sementara Walikota Cirebon Drs. Nasrudin Azis, SH saat melakukan penandatanganan kerjasama, tahun lalu (Sabtu, 18/9/2021) bersama H. Acep Purnama,. menyampaikan, kepada Sekda Cirebon, Direktur PDAM Cirebon dan jajarannya yang turut mendampingi, untuk dipikirkan bersama bagaimana kita bisa berkontribusi untuk Kuningan dalam pemeliharaan, penanganan dan lainnya.

Hadir dalam rapat ini, Kepala Bappenda, Perwakilan Bagian Hukum Setda, Kabag Perekonomian dan SDA Setda, Bagian Tata Pemerintahan Setda, H. Deni Erlangga, SE., M.Si, Direktur PAM Tirta Kamuning Kuningan, dan pejabat terkait. (H WAWAN YR)

dialogpublik.com