Hakekat Kemerdekaan di Mata Kang DS….!

KAMIS (17/8/2023) masyarakat Indonesia, termasuk di Kabupaten Bandung akan memperingati ke-78 hari kemerdekaannya.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengajak seluruh masyarakatnya untuk memahami kembali makna kemerdekaan. Karena merdeka bukan sekadar memiliki pemerintahan yang berdaulat tanpa intervensi asing, namun juga dalam aspek spiritual, budaya, ekonomi, dan sosial.

“Bagi saya, kemerdekaan adalah kondisi ketika seseorang atau bangsa telah mampu menggali dan menumbuhkembangkan segala potensi yang dimilikinya untuk memenuhi kebutuhan secara mandiri tanpa harus tergantung pada orang lain,” jelasnya di Soreang, Rabu (16/7/2023).

“Ia mampu tegak berdiri di atas kakinya sendiri dengan segala harkat, martabat dan kehormatannya,” imbuh Kang DS, biasa disapa.

Dia menjelaskan, Kabupaten Bandung memiliki potensi besar dengan sumber daya alam melimpah. Namun, semangat berusaha, kreativitas, dan inovasi masyarakat perlu ditingkatkan agar potensi itu bisa dimanfaatkan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kabupaten Bandung sedang berjalan ke arah sana. Demi terciptanya masyarakat yang mandiri, aspek kesehatan, pendidikan, dan ekonomi tiga aspek utama yang perlu diprioritaskan,” tambahnya.

Dari aspek kesehatan, Kang DS menyebutkan, Kabupaten Bandung tengah membangun 5 RSUD baru di daerah Cimaung, Kertasari, Banjaran, Pacira, dan Tegalluar.

Selain itu, akses sanitasi juga telah mencapai angka 93,43%, air bersih 87,55%, volume sampah yang terkelola 74,93% dan Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) sebesar 100%.

Aspek pendidikan, Kang DS juga menyoroti pentingnya pendidikan bagi keluarga miskin. Pihaknya telah menggulirkan beberapa program pendidikan, di antaranya program BESTI (Beasiswa ti Bupati) untuk anak-anak hafidz Al-Quran dan pelajar berprestasi.

Menerapkan tiga muatan lokal pendidikan, yaitu pendidikan Pancasila, Bahasa Sunda dan budaya lokal, serta mengaji dan mengapal Al-Quran. Secara infrastruktur berencana menambahkan 28 unit SMP dan mengajukan 22 unit SMA baru di Kabupaten Bandung.

“Terkait upaya mengurangi pengangguran, kebijakan yang sudah dilakukan, mulai dari pemberian pelatihan tenaga kerja, investasi, sampai perlindungan ketenagakerjaan. Hasilnya, pengangguran di Kabupaten Bandung turun dari 8,58% pada 2021 menjadi 6,98% di akhir tahun 2022,” imbuhnya.

Dalam upaya menuju Kabupaten Bandung BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera), Kang DS mengajak seluruh masyarakat untuk berkontribusi aktif dalam mewujudkan visi tersebut.

Serta melanjutkan perjuangan memperkuat kemerdekaan, baik secara individu maupun kolektif, demi masa depan yang lebih. (nk)