WAKIL Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Akhiri Hailuki menilai, program 100 haro kerja Bupati Bandung dan Wakil Bupati, Dadang Supriatna, Ali Syakieb belum menyentuh pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
“Progres pembangunan tampak di Kabupaten Bandung, terlebih ini merupakan periode kedua Dadang Supriatna memimpin. Namun di sektor UMKM masih perlu diperkuat, terkait program pelatihan dan sertifikasi bagi para pelaku UMKM,” jelasnya di Soreang, Rabu (11/6/2025).
” Agar pelaku ekonomi kreatif, dan juga generasi muda memiliki kemampuan dalam life skill dan job skill,” sambungnya.
Langkah tersebut, jelasnya, agar tenaga kerja yang ada di Kabupaten Bandung bisa terserap di lapangan kerja atau juga melakukan job-job creation dengan karya dan keterampilan yang dimiliki.
“Kalau mereka memiliki keahlian bisa mendatangkan penghasilan bagi warga masyarakat,” tandasnya.
Kemudian persoalan sampah, menurutnya, dia akan mendorong agar pemerintah menyediakan alat pemilah sampah hingga tingkat desa.
“Jadi masyarakat bisa secara mandiri mengelola sampahnya dan tak langsung membuang ke TPS (tempat pembuangan sementara) juga mencegah adanya penumpukan sampah di lingkungan mereka,” katanya.
Lebih lanjut Hailuki menjelaskan, program yang Dadang Supriatna selama ini merupakan kelanjutan dari periode pertama dirinya memimpin Kabupaten Bandung, seperti infrastruktur jalan yang progresnya mencapai 70 persen.(nk)










