Hadwari Veteran Penjuang Asal Subang Nyaris Tewas Dilempar Granat DI TII

“ALHAMDULILLAH saya senantiasa bersyukur diberi panjang umur dan masih bisa menyaksikan kemeriahan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 77. Bendera merah putih umbul-umbul serta atribut lainnya mewarnai seluruh desa di seluruh peloksok negeri termasuk di wilayah desa Subang kabupaten Kuningan, Jawa Barat,” Demikian tutur Hadwari (Abah Wari) (104 tahun) salah satu anggota Veteran Pejuang Kuningan yang masih tersisa, saat diwawancarai di rumahnya kampung Tarikolot Desa/Kec. Subang Kuningan, Minggu (14/8/2022).

Perkembangan NKRI setelah 77 tahun Merdeka, tutur Hadwari, kesejahteraan rakyat masih belum merata, diperparah  lagi dengan angka pengangguran dan kemiskinan yang terus meningkat, selain itu dipicu kenaikan harga-harga bahan pokok, tutur Abah Wari sapaan akrabnya yang rajin memonitor berita lewat TV.

“Saya minta kepada pemerintah, masalah ekonomi dan kesejahteraan rakyat agar diperhatika Artinya jangan membangun infrastruktur saja, tetapi harus diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan rakyat,” harap Abah Wari yang nyaris tewas ketika terjadi baku tembak dan dilempari Granat oleh gerombolan DI-TII di kawasan hutan desa Subang.

Kala itu kawan-kawan seperjuangan menduga saya sudah meninggal dunia. Saat dilempari granat oleh gerombolan DI-TII saya panik lalu pingsan seketika saat granat meledak. Saya mengalami pingsan beberapa jam dan seusai situasi aman saya ditandu dibawa pulang kerumah, kenang Abah dari 6 anak dan 13 cucu ini.

Menurut Abah Wari dirinya turut andil mengusir kaum penjajah Belanda dan Jepang sejak usia kelas 3 Sekolah Rakyat (SR). Bahkan turut melakukan perlawanan terhadap gerombolan DI-TII.

Meski kala itu, serba kekurangan dan apa adanya, jiwa patriotisme tetap membara didada para pejuang.

Memasuki HUT RI Ke 77 Abah Wari merasa prihatin di era kemerdekaan ini, tindak pidana Korupsi terjadi dimana mana bahkan semakin merajalela terutama dikalangan birokrat.

“Lebih prihatin lagi kondisi perekonomian semakin terpuruk, hingga rakyat semakin menjerit manakala harga-harga kebutuhan pokok, bahan bakar minyak (BBM), dan Tarip Dasar Listrik (TDL) dll yang selalu mengalami kenaikan,” keluh Abah Wari.

“Siapapun presidennya, saya berharap agar memperhatikan kesejahteraan rakyatnya,” tegas Abah Wari yang semangat juang ’45 nya masih membara.(H WAWAN JR)

dialogpublik.com