TERSIAR kabar Partai Golkar melirik Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Bandung, H Yayat Hidayat, MM untuk disandingkan dengan Hj. Kurnia Agustina Dadang Naser dalam Pemilukada serentak, 9 Desember nanti.
Yayat rencananya duduk sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Bandung periode 2020-2025. “Itu harus ditanya dulu orangnya. Jangan asal tunjuk, kesiapannya bagaimana, terutama kesiapan finansiàl,” jelasnya saat ditemui Kamis (2/7/2020) di Soreang Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Menurutnya, sah sah sajà dirinya diajukan Partai Golkar untuk jadi cawabup, tetapi selaku kader Yayat harus patsun pada aturan partai. Apalagi DPC Gerindra Kabupaten Bandung hanya merekomendasikan lima orang nama untuk mengikuti fit and propertest bakal calon (balon) bupati/ wakil bupati dan Yayat tidak termasuk.yang ikut test.
“Jadi kalau Golkar mengajukan nama saya ya silahkan saja, tapi saya tidak bisa mengatakan iya dan tidak, karena di Gerinda ada mekanisme partai yang harus ditempuh dan saya harus patsun pada kebijakan partai,” katanya.
Begjtu juga jika hasil verifikasi DPP Golkar merekomnya, Yayat menegaskan, penunjukan itu dasarnya apa. “Jangan asal tunjuk, tapi kesiapannya tidak ada. Kalau kesiapan solidaritas mungkin iya. Tapi jangan sampai bebicara finasial. Punya uang berapa, kalau menyebutkan ada, tapi tidak ada, yang rugi siapa?,,” paparnya.
Menurutnya, dilaksanakannya fit and profertest di Partai Gerindra bukan untuk mendapingi Hj.Kurnia Agustina sebagai calon Bupati , test tersebut merupakan agenda Gerinda dalam menjaring bakal calon. Seharusnya dilaksanakan pada 27 Juni kemarin, bukan hari ini (Kamis 2/7/2020 – red).
“Ditunda karena ada surat dari DPP, tempat test harus dialihkan ke DPD Provinsi. Kita bukan terpengaruh oleh siapa-siapa, kita pacsun terhadap partai. Kita tidak bicara ke luar dulu, kalau ke luar nanti setelah ada rekom DPP Gerindra, saya berbicara internal Gerindra,” ucapnya.
Saat ini ujarnya, Gerindra belum bisa mengatakanakan akan mengusung calon untuk nomor satu atau ke dua. “Saya belum bisa mengatakan Gerindra akan mengusung calon sendiri atau tidak, menunggu putusan DPP. Yang jelas kalaupun sendiri tetap harus berkoalisi, karena hanya 7 kursi, ” imbuhnya.
Namun jelasnya, tidak menutup kemungkinan Gerindra akan menentukan calon bupati atau wakil bupati jika kursinya mencukupi dan ada kesepahaman dengan partai koalisi. “Saat ini sudah menjalin komunikasi dengan semua partài politik baik dengan Golkar, PDI Perjuangan, PAN, PKB, PKS dan lainya. Dalam pilkada ini kita membuka komonikasi dengan sèmua,” katanya.
Yayat menambahkan, pihaknya merekomendasi para balon Bupati/wakil bupati yang memgikuti fit and propertest, Drs. H .Ayep Rukmana, M.Si, Nukkeu Nugraha Dwipatria, Fery Radiansyah, ST, Asep Hamdani, SH, H.A Mulyana, M.Pd,.
“Namun saat pelaksanaan yang hadir hanya 4.orang. Satu.orang, yakni Aseo Hamdani absen dan engga ada pemberitahuan,” pungkasnya seraya menambahkan, hasil test tersebut akan diumumkan oleh DPP.(nk)










