H. Ardiyan : Jadi Pengusaha Jangan Miskin Keberanian, Hindari Napo dan Nado

JADI pengusaha itu jangan sampai miskin keberanian. Hindari No Action Planning Only (NAPO) dan No Action Dream Only (NADO). Artinya harus berani dulu, karena  sukses itu dimiliki orang-orang yang berani mengambil keputusan.

Demikian disampaikan H Rokhmat Ardiyan Direktur Utama Puspita Cipta Grup selaku pemateri pada acara Upgrading Ikatan Mahasiswa Kuningan (IMK)  bertajuk “Bangkitkan Semangat, Ciptakan Peluang dengan Berwirausaha”, diikuti 50 peserta di Aula Yayasan Maslakul Ulum desa Timbang Kec Cigandamekar Kuningan, Kamis (30/6/2022).

Cita-cita yang besar papar H Ardiyan, dimulai dari diri sendiri dan harus dimulai dengan komitmen, dan  komitmen itu penting untuk mencapai kesuksesan.

Motto yang harus dipegang teguh adalah  terpercaya, kalau terpercaya bisa juara.

“Dalam hal ini harus punya mimpi besar serta menumbuhkan cita-cita, karena dengan menjadi pengusaha kita bisa banyak membantu orang,” ungkapnya.

Seperti diketahui, tulang punggung Indonesia adanya di koperasi & umkm. Jangan takut mengeluarkan uang untuk membantu masyarakat, pasalnya ihwal rezeki itu sudah di atur Allah SWT.

Hidup itu lanjut H Ardiyan, afirmasi kumpul dengan pengusaha maka akan menjadi pengusaha. Belajarlah dari kegagalan. Untuk mencapai hal itu harus punya brand, positioning, margin, dan segmentasi serta tumbuhkan rasa percaya diri.

Menurut H Ardiyan masalah keuangan ada 4 kategori yaitu;

  1. Uang operasional (jangan mengganggu uang ini karena sebagai dasar operasional usaha)
  2. Uang ekspansi (jangan mengganggu saving)
  3. Uang saving (jaga jaga)
  4. Uang senang senang (untuk hobi atau membantu orang)

Terkadang semakin tinggi gelar semakin takut memulai usaha karena terlalu banyak hal yang dipikirkan sehingga tidak ada action.

Dalam bisnis ada yang namanya branding, yaitu salah satu yang menentukan keberhasilan. Diferensiasi harus ada dalam bisnis, bikin hal yang berbeda dan lakukan sesuatu yang berbeda pula. Positioning, sudah bisa mengambil posisi membangun kepercayaan dan belajar dari kegagalan.

Seperti pesan Aa Gym manakala bisnis harus melakukan 5 langkah ini :

  1. Hati yang bersih (qalbun salim)
  2. Aklerasasi 3. Sistem yang kondusif/ lingkungan yang sehat 4. Bersainglah secara positif 5. Harus bersinergi saling menguatkan agar tercapai keberhasilan.

Jadikanlah harta sebagai rezeki paling rendah dan kesehatan rezeki paling tinggi, Anak sholeh merupakan rizki yang utama.

“Semua itu harus dilakukan dalam rangka mendapatkan ridho Allah sebagai rezeki yang paling sempurna,” pungkasnya. (H WAWAN YR).

dialogpublik.com