Guru Honorer K 2 Di Daerah Perbatasan Peduli Covid-19

DITENGAH polemik dan maraknya wabah Covid-19 di negeri ini, salah seorang guru honorer K2 di daerah perbatasan Jabar-Jateng, tepatnya di desa/kec Cibingbin turut ambil bagian bersama Tim Terpadu di Pos Siaga Cibingbin wilayah Kuningan timur.

Kehadiran virus ganas yang mematikan itu, tidak memandang status, apakah itu pejabat tinggi, dokter, lansia, tua, muda, anak-anak, miskin ataupun kaya menjadi korban virus Covid-19. Keprihatinan ini melanda seluruh negeri, penduduk menjadi resah dan gelisah, bingung dan timbul rasa takut bahkan dibuat panik. Terlebih diberlakukannya ‘lock-down’.

Rica Herawati seorang Guru Honorer K2 (kategori 2) di wilayah Kuningan timur, merasa prihatin dan sedih campur bingung akibat dampak virus Corona-19  yang semakin merebak di negeri ini bahkan diseluruh dunia.

guru1
Rica Herawati, Guru honorer K2 Relawan Covid-19

Keprihatinan saya tutur Rica saat diwawancarai di Posko Siaga Cibingbin. Senin (30/3/2020) menuturkan, dengan ditutupnya sekolah praktis kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi guru dan siswa dilakukan di rumah melalui media daring.

KBM melalui media sosial ini menurut Rica, sebenarnya kurang efektif karena sebagian murid tidak memiliki HP atau laptop. Kalau pun ada yang punya HP terkadang  pulsa atau kuotanya habis. “Dengan sistem KBM daring ini tentunya butuh biaya ekstra/tambahan untuk membeli kuota”, ujarnya.

Rica mengaku dampak lain dari kasus Covid-19 ini, pekerjaan suamiku untuk sementara dihentikan dalam waktu yang belum pasti. Alasannya didaerah tempat bekerja sudah banyak yang terserang kasus Covid-19, baik ODP maupun PDP, “Padahal lumayan upah yang diterima suami seminggu sekali itu untuk menyambung ‘dapur ngebul’:, ujar istri dari buruh bangunan ini.

Rica Herawati Guru Honorer Kategori 2 yang satu ini terpanggil untuk berperan aktif menjadi petugas pemantau sebagai relawan di Posko Terpadu Covid-19 di desa Cibingbin daerah perbatasan Jabar-Jateng.

Posko yang berlokasi dikomplek Gedung Mini Market Mahkota itu, jaraknya cukup jauh dari rumah kediamannya. Namun meskipun jauh dan resiko tinggi tertular virus Covid 19, Rica tak gentar menjalani nya dengan tulus dan tetap semangat melakukan tugas kemanusiaan sebagai Relawan di posko terpadu.

“Saya senantiasa berdoa semoga virus covid 19 itu,  tidak tersebar di wilayah perbatasan, Jabar-Jateng khususnya di kecamatan Cibingbin”, unkapnya.

Rica juga berharap semoga covid 19 segera hilang dari muka bumi, sehingga tidak ada lagi korban berjatuhan lebih banyak lagi. “Mari kita lebih mendekatkan diri sang pencipta serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan keoada Allah SWT.  Tapi ingat kita juga harus ikhtiar dan selalu bedoa, agar mata rantai virus Covid 19 hilang dan terputus”, ujarnya.

“Jangan pernah tinggalkan salat 5 waktu, sesering mungkin cuci tangan pakai sabun dan air yang mengalir, makan makanan yang bergizi, dan jangan lupa olahraga, pesannya guru cantik ini.

Rica mengajak untuk “positip thinking”  (berpikiran positif) dalam segala hal  agar kita  tidak mudah sakit, pungkasnya seraya berdoa semoga Covid-19 segera sirna dari muka bumi.  (H WAWAN JR)