Gubernur Ridwan Kamil, Resmi lantik Hengky Kurniawan sebagai Bupati KBB Definitif

PELANTIKAN secara resmi Hengky Kurniawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate Provinsi Jabar-Kota Bandung, Senin (7/11/2023).

Dengan memakai seragam kebesaran stelan putih-putih, Hengky Kurniawan yang didamping istri, Sonya Fatmala yang saat itu dilantik juga berikutnya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK KBB.

Masa jabatan Hengky Kurniawan sebagai Bupati Bandung Barat hanya 10 bulan saja. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikannya, dalam tempo waktu yang cukup singkat tersebut.

Oleh karena itu, Hengky memohon dukungan dan kerja samanya dari semua pihak agar bisa mewujudkan harapan masyarakat KBB.

“Saya mohon do’anya dari semua stackeholder. Baik dari DPRD Bandung Barat, Provinsi maupun DPR RI dan semua pihak. Kalaupun ada salah, mari kita cari solusinya. Biar kita bersama-sama mewujudkan harapan masyarakat,” ujar Hengky, usai pelantikan.

Gubernur Ridwan Kamil, saat melantik Hengky Kurniawan sebagai Bupati KBB Definitif di Gedung Sate Provinsi Jabar-Kota Bandung

Apabila ada yang kurang tepat, lebih baik saling mengingatkan karena hal itu, bisa memperlancar jalannya roda pembangunan.

“Saling kompak tidak saling menyalahkan, kemudian juga stackeholder lain, TNI, Polri, kita harap kondusifitas dan tentunya semua pihak ikut membantu dalam rangka mewujudkan pemekaran KBB,” katanya.

Disadarinya, jika persoalan yang dihadapi KBB saat ini, salah satunya tentang infrastruktur. Pemkab Bandung Barat berupaya keras dengan melakukan perbaikan infrastruktur secara bertahap.

Masih banyak perbaikan infrastruktur yang harus dikerjakan. Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur tersebut memakan biaya yang jumlahnya besar.

Pihaknya bersama Dinas PUTR menghitung dana untuk perbaikan infrastruktur diperlukan sekitar Rp1,5 hingga Rp2 trilyun. Di sisi lain, kondisi keuangan daerah saat ini sangat terbatas, pasca pandemi Covid-19.

“Ini juga masyarakat harus bisa memahami karena kalau satu tahun anggaran menyelesaikan infrastruktur di KBB, rasanya tidak rasional. Karena melihat dana transfer yang diberi ke pusat, dari pusat yang diberikan oleh provinsi juga terbatas,” tutur Hengky.

Kondisi ekonomi pasca Covid-19, masih belum pulih. Sekarang negeri ini dihadapkan dengan resesi, tentunya Pemkab Bandung Barat harus mulai melakukan upaya upaya untuk memperkuat ketahanan pangan.

Hengky mengajak seluruh masyarakat KBB, untuk bercocok tanaman holtikultura di sekitar lingkungannya. Paling tidak, upaya tersebut bisa membantu kebutuhan pangan mereka sendiri.

Selain itu, untuk memperkuat perekonomian di wilayahnya, Pemkab Bandung Barat memprioritaskan peningkatan sektor pariwisata.

Ia berharap dengan berkembangnya pariwisata di KBB, bisa menaikan pendapatan asli daerah (PAD) Terkait pariwisata ini juga menjadi prioritas kita kedepan selain infrastruktur, SDM yang berkualitas untuk modal Bandung Barat ekonomi kuat 2030. Sektor pariwisata kita genjot lagi, untuk meningkatkan PAD.

“Makanya kita mengusung Bandung Barat Ekonomi Kuat 2030. Kita harapkan tahun 2030 ada pemerataan, baik itu wilayah selatan, utara, tengah. Kita juga sudah merancangnya,” kata orang nomor satu di KBB yang baru saja dilantik. (Advetorial).

dialogpublik.com