GALIAN pipa PDAM Tirta Raharja di jalan Alfathu, Soreang Kabupaten Bandung menuai protes. Pasalnya, trotoar jalan depan kompleks Perkantoran Pemkab Bandung hancur.
Padahal trotoar tersebut baru dibangun, keberadaannya pun dibutuhkam para pejalan kaki dikarenakan kini arus lalu lintas (lalin) di Alfathu cukup ramai.
“Gara -gara pemasangan pipa PDAM, trotoar yang baru dibangun kini jadi hancur. Pejalan kaki pun saat melintas jalan itu, harus melewati bahu jalan,” jelas warga Soreang Ujang Ade (47) kepada dialogpublik.com, Kamis (20/2/2020) di Soreang, Kab.Bandung Jawa Barat.
Menurutnya, galian tersebut mengganggu kenyamanan para pejalan kaki, maupun pengguna kendaraan karena sebagian badan jalan Alfathu pun jadi rusak. Ade berharap, galian pipa milik PDAM tersebut segera rampung. Apalagi saat ini musim hujan, gara-gara galian jalan jadi licin.
Sementara saat ditanya keberadaan kontraktor, pekerja galian itu mengaku tidak tahu. Dirinya di drop ke lokasi untuk penggalian dan pengurugan tanah.
“Saya tidak tahu apa-apa kang, saya cuma kerja kuli gali tanah. Masalah ijin tanya aja sama kontraktor. Ini proyek galian pipa buat PDAM,” terang pria yang enggan disebut namanya.
Sementara sekretaris SOLUSI, Yadi Taryadi menerangkan, koordinasi dan sinkronisasi berbagai perencanaan pembangunan antar badan, dinas, lembaga serta Perusahaan Daerah merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang bertanggung-jawab ( Good Govermance).
Galian pipa PDAM di atas trotoar, Kata Yadi, bukti lemahnya kordinasi-sinkronisasi perencanaan, yang berimbas kepada penggunaan anggaran tidak efisien.(hen).










