DPRD Kabupaten Bandung kecewa dengan pembangunan Kampung Sunda di Kecamatan Ibun tidak mencerminkan sebuah kampung.
” Alhamdulillah kita punya kampung sunda dan saya baru tahu. Namun, kondisinya bukan kampung yang sudah ada, tetapi itu kreasi baru pembentukan kampung sunda,” ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Firman B Somantri saat kunjungan ke kampung sunda bersama Komisi D DPRD Kab
Bandung, Selasa (20/5/2025).
Menurutnya, kawasan itu tidak mencerminkan sebuah kampung tetapi layaknya pasar yang dilengkapi warung – warung untuk dagang. Sementara, ciri kampung sundanya tidak ada.
Untuk itu, masih banyak yang harus diperbaiki dan menjadi PR bersama agar nama kampung sunda tersebut sesuai dengan namanya.

Jadi tegas Firman, kita harus melakukan perbaikan dari culture, sistem yang merupakan budaya sunda harus ada di kampung tersebut.
“Saat ini konsepnya seperti rumah makan. Tetapi, tidak menutup kemungkinan kita untuk memperbaiki sehingga apa yang dinamakan Kampung Sunda bisa terealisasi di wilayah Ibun,” tuturnya.
Ketua Komisi D, Dr. Cecep Suhendar mengaku kecewa dengan pembangunan kampung sunda yang memghabisakan anggaran sampai 10 miliar.
“Hari ini komisi D bersama Pimpinan DPRD dan didampingi Kasie Budaya Pariwisata, Disparbud Kabupaten Bandung melakukan kunjungan ke Kampung Sunda yang ada di Kamojang, Kecamatan Ibun,” tuturnya.
Cecep mengatakan, program pembangunan kampung sunda ini meski belum diserah terimakan dari Dinas Perkimtan ke Dinas Parbud. Tetapi, sepakat komisi D melalukan kunjungan untuk melihat sudah memenuhi harapan sebagai kampunya urang sunda?. (nk)










