Ery Djuwono Bacalon Bupati Bandung Gelar Siraturahmi

BAKAL Calon (Bacalon) Bupati Bandung dari Partai.Demokrat, Ery Djuwono menggelar siraturahmi dengan seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat se-Kabupaten Babdung,, Senin (2/3/2020) di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kader Partai Demokrat yang biasa disapa Kang Ery DJ, menyatakan siap maju sebagai calon Bupati Bandung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada September nanti.

“Jika Pak SBY mengamanatkan saya siap, baik untuk bupati atau wakil bupati tidak masalah. Namun dalam pencalonannya, tetap mengikuti mekanisme partai,” ucapnya.

ery
Ery Djuwono

Dia mengaku, seluruh tahapan pencalonan telah diikutinya, sesuai aturan partai. Saat ini tinggal menunggu hasil survei yang diselenggarakan DPP.

Mengensi koalisi, Ery menjelaskan, untuk di Demokrat Kabupaten Bandung sudah sepakat mengusung bacalon dengan PKS. Tapi pokitik itu dinamis, bisa berubah dalam waktu satu detik.

“Bagi saya mau dipasangkan dengan siapa pun tidak masalah, sekali pun, misalnya dengan Pak Gun Gun. Dengan siapa pun saya senang,” tuturnya.

Ery juga menyatakan, pencalonan dirinya selain didukung PAC Partai Demokrat se -Kabupaten Bandung, juga ormas, LSM, dan komunitas masyarakat, terutama dari para pengusaha UKM yang dibinanya.

Selain itu dia menjelaskan, dalam mengusung calon kepala daerah, sesuai kebijakan pusat, Demokrat akan memprioritaskan kader yang ada di struktur partai.

“Saya ada SK Pusat. Jadi bukan kader abal-abal. Saya juga tim penjaringan di Demokrat Provinsi. Tapi bila saya diusung, saya mengikuti aturan mekanisme partai dan survei yang akan dilakukan pada Maret ini ” papar pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat ini.

Ery menuturkan, tujuan dirinya memcalonkan bupati, ingin membawa Kabupaten Bandung ke arah lebih baik. “Saya melakukan blusukan ke pelosok, ternyata masih banyak masyarakat yang kondisinya memprihatikan. Bila saya ditakdirkan duduk jadi bupati, banyak PR yang harus dikerjakan,” ucapnya.

Persoalan krusial yang dihadapi kabupaten dengan hak pilih sekitar 2,5 juta jiwa, selain pendidikan dan kesehatan juga daya beli masyarakat. Saat itu Ery memgaku, prihatin dengan maraknya bank emok di tengah masyarakat Kabupaten Bandung.

Menurutnya, fenonena itu terjadi akibat tidak tegasnya aturan. Karena itu, pemerintah dan penegak hukum harus sama-sama mencari solusi mengatasi bank emok. (nk).