DR Uhar Ketua DKBK Undur diri Pasca Hari Bahasa Ibu Sedunia

KETUA Dewan Kebudayaan Kuningan (DKBK)  Jawa Barat, mengirimkan surat pengunduran diri dari jabatan Ketua pasca peringatan Hari Bahasa Ibu Sedunia, yang digelar baru-baru ini di Gedung Kesenian Jl Veteran Kuningan.

Surat pengunduran diri itu disampaikan oleh DR Uhar Suharsaputra yang ditujukan kepada Bupati Kuningan H Acep Purnama, sehari setelah pemberian penghargaan kepada tiga tokoh budayawan legendaris pada puncak acara “Poe Basa Indung Sadunya”. Ketiga tokoh yang menerima anugerah penghargaan adalah,  A.Tisnawerdaya alm,  H Syambas  Hanafi alm dan H.E Susangka alm yang telah mengharumkan Kuningan melalui karya seni.

Pengunduran diri DR Uhar Suharsaputra itu, sangat diluar dugaan, sehingga timbul  spekulasi dari berbagai kalangan, lantaran jabatan yang diembannya belum genap dua tahun bahkan surat pengunduran diri itu dikirimkan ke Bupati sehari setelah acara Milad ”Mieling Poe Basa Indung Sadunya” (Hari Bahasa Ibu Sedunia), ungkap satu sumber yang tak mau disebut namanya, Selasa (22/3/2022).

Terpisah, Kadisdikbud Kuningan Drs H Uca Somantri, M.Si saat dikonfirmasi melalui Kabid Kebudayaan Muplihudin,  M.Pd, membenarkan bahwa ketua DKBk telah mengirimkan surat bermaterai tentang pengunduran dirinya, yang ditujukan kepada Bupati Kuningan.

Pihaknya telah menerima surat pengunduran diri dimaksud, untuk ditindaklanjuti sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Kuningan tentang pemajuan kebudayaan, terangnya.

Dikatakan bahwa, masa bhakti DKBK telah ditetapkan selama 5 tahun, namun jabatan ketua hanya 1 tahun dan bisa dipilih kembali dari 17 orang anggota pengurus, paparnya.

Menyikapi pengunduran diri DR Uhar kata Muplihudin, Kami sangat menghormati keputusan DR Uhar Suharsaputra, yang selanjutnya surat permohonan akan dibahas dan diproses sesuai aturan organsasi.

Sementara itu, DR Uhar saat dikonfimasi via telepon genggamnya membenarkan, bahwa dirinya telah mengirim surat kepada Bupati perihal pengunduran dirinya dari jabatan ketua DKBK.

Alasan mengundurkan diri kata DR Uhar, sebagai penyegaran dan regenerasi kepemimpinan. Namun meski dirinya tidak jadi ketua lagi, agenda  diskusi pemajuan kebudayaan khusysnya di kabupaten Kuningan tetap berjalan, ujarnya singkat. (H WAWAN JR)

dialogpublik.com