Dr. Juhana : Pemkab Bandung Wajibkan Manula Sekolah

DEMI mendongkrak angka Indek Pembangunan Manusia (IPM) Pemkab Bandung akan mewajibkan para manula.bersekolah. Itu disebabkan adanya perubahan rumus dari development gold menjadi suistanable gold.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Dr. Juhana, di Lapangan Upakarti Kompleks Pemkab Bandung Soreang, belum lama.ini.

” Sebelumnya indikator pendidikan paling tinggi, karena mengacunya pada angka melek hurup, angkanya juga sampai 99,85. Sekarang rumusnya rubah lamanya sekolah, jadi anljlok ke angka 63,74, tapi biarlah itu tantangan buat komunitas pendidikan,”ungkapnya.

Juhana menjelaskan, progres pendidikan di Kabupaten Bandung masih wajar dikdas 9 tahun, itu pun belum optimal. Untuk kalangan milenial, sekolah dan lulus SD, SMP dan SMA. Yang jadi persoalan justru para manula, meskipun tidak buta huruf tetapi belum berkualifikasi, tidak memiliki bukti lulus dari sekolah formal. ” Itu masalah, sehingga angka pendidikan angkanya anjlok,” imbuhnya.

Sehingga, yang putus sekolah akan dijaring dan diberi layanan pendidikan. Bagi yang masih usia sekolah akan dimasukan ke sekolah, sementara yang berusia lanjut melalui pendidikan kesetaraan, atau.paket A, B dan C sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

Metode pendidikan lanjutnya, bisa dengan cara dalam.jaringan (daring) mandiri. Atau bagi yang usia lanjut bisa menggunakan metode by name by adres. Pendidikan bagi manula ungkap Juhana, tidak dibatasi usia dan bukan untuk dapat ijasah saja. Namun, yang paling utama untuk meningkatkan kopentensi dan kesolehan sosial.

Juhana berharap, dengan upaya tersebut di tahun depan indek pendidikan berada di angka 64 atau naik 0,1 poin. (nk/bas/hen).

dialogpublik.com