Disnakertrans KBB Sidak PPKM Darurat Keperusahaan, Belum Temukan Pelanggaran ?

DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bersama Satpol PP KBB dan Polsek serta Camat Padalarang melakukan inspeksi mendadak (sidak) kebeberapa perusahaan diwilayah Padalarang, Kamis (15/07/2021).

Kepaka Seksi Hubungan Industrial Kamaludin yang mewakili Kadisnakertrans KBB disela sela sidaknya menyamyaikan, penyidakan ini dilakukan dalam rangka penegakkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

PPKM darurat mengatur pelaksanaan kegiatan sektor non-esensial 100 persen dilakukan di rumah (WFH), kegiatan sektor esensial 50 persen dilakukan di kantor (WFO), sektor pemerintah 25 persen di kantor, dan sektor kritikal 100 persen di kantor.

Berdasarkan penyidakan, dibeberapa perusahaan diantaranya, PT Lestari Maha Putra Buana(LMPB) Pabrik Pensil diwilayah Ciburuy dan PT Indofood serta PT Royal diwilayah Cimareme, Kamaludin mengeklaim seluruh perusahaan (Pabrik) yang disidak telah mematuhi aturan perihal pembagian karyawan yang bekerja secara WFO dan WFH. Termasuk penerapan prokes yang baik” Terangnya.

“Sementara ini, kami masih belum menemukan perusahaan yang melanggar aturan PPKM darurat,”

Selama PPKM darurat, lanjutnya, Disnakertrans kBB bakal terus melakukan sidak, Ia menegaskan, jajarannya bakal melakukan penyidakan secara rutin untuk mencegah adanya perusahaan yang melanggar PPKM darurat.”tegasnya.

“Ini bakal rutin diadakan, Hari ini memang enggak ada perusahaan yang melanggar, kan enggak tau tapi besok atau lusa kalau ada yang melanggar,”

Dia menambahkan, bila Disnakertrans KBB menemukan perusahaan yang melanggar, pihaknya tidak segan untuk memberikan denda sesuai ketentuan yang berlaku.

“Denda diberikan sesuai pelanggarannya, ditentukan dari dasar hukum yang berlaku,” ucapnya.

Ditempat yang sama HRD, PT Indofood Dede menjelaskan, Kami semenjak diteràpkanya PPKM, melaksanakan dan selalu mematuhinya, seperti yang kita ketahui bersama tadi didepan sebelum masuk gerbang perusahaan, tidak hanya karyawanya saja diperiksan namun setiap tamu dan yang lainya selalu dicek suhu, cuci tàngàn, antiseptic dan selalu harus menggunakan masker,”terangnya.

Selain itu lanjut Dede, kita sengaja atur supaya kerumunan atau prokes tetap terjaga, untuk karyawan yang hamil kita WFH kan dirumah, dengan tetap di bayar full,

” Untuk karyawan yang hamil di anggap bekerja. Gajih full termasuk disuplai makanan,vitamin dan lainya, kita fasilitasi untuk semua karyawan”

Lebih dari itu lanjut Dede, Kita sudah laksanakan vaksinasi kepada karyawan, kurang lebih sudah 80% sedang progres ke 100% tinggal vaksinasi ke-2 kemudian juga untuk para ekpedisi yang datang termasuk ekpedisi kita harus ada surat antigen yang dinyatakan dia negatif,”imbuhnya.

Alhamdulilah hingga sekarang tidak ada yang terpapar. Kami cepat menangani, apa bila ada karyawan sakit dimintanya untuk istirahat dirumah meskipun itu tidak terkena covid-19. Karyawan di PT Indofood memiliki kurang lebih 1080 orang karyawan .ada beberapa yang sakit jantung, hamil dan lainya kita istirahat kan ,Namun ada juga beberapa yang mengabil cuti.Secara umum, dimasa pandemi ini, kita kerja semua,makanya kita akan terus membantu kartawan kesehatanya,vitaminya dan lainya. Selama PPKM ini kita tidak ada pengurangan jam kerja semua kita kerja dengan normal sesuai dengan kebutuhan,” pungkasnya.(tries)

Categories: Pemerintahan

dialogpublik.com