BUPATI Purwakarta, Jawa Barat, Saepul Bahri Binzein, S.Ag. mengambil langkah gerak cepat (gercep) memerintahkan mengumpulkan pihak terkait yang menangani penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah dI Kabupaten Purwakarta, setelah Om Zein – sapaan untuk Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein – menerima laporan dari pihak sekolah MBG yang dikirim sudah basi.
Langkah gercep Bupati Om Zein itu, setelah menerima laporan dari seorang Kepala Sekolah SMPN 1 Pasawahan dimana MBG yang dikirimkan ke sekolah itu sudah basi.
Atas Keputusan seorang Kepala Sekolah yang melaporkan hal tersebut sangat diapresiasi Bupati Purwakarta. “Kalau dagingnya sudah bau, jangan diberikan ke anak-anak. Lebih baik dikembalikan saja,”tegas Om Zein yang dilansir di sebuah medsos tik tok, beberapa hari lalu.
Atas kejadian itu, Bupati Om Zein memerintahkan untuk mengumpulkan semua pihak terkait agar makanan untuk anak-anak diawasi dan dipastikan tetap bersih dan bergizi juga disiapkan membuka layanan pengaduan dari masyarakat guna meningkatkan pelayanan. ”Kita semua berharap kejadian buruk seperti di tempat lain tidak terjadi di Purwakarta.”harapnya.
Adanya perintah dari Bupati Om Zein, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Purwakarta bersama Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Kabupaten Purwakarta menggelar koordinasi terkait peningkatan layanan pengaduan masyarakat untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (3/10/2025) kemarin.
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Diskominfo Purwakarta tersebut dihadiri oleh koordinator wilayah (Korwil) serta 17 Koordinator kecamatan. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam penanganan aspirasi dan pengaduan masyarakat terkait pelaksanaan program MBG.
Koordinator SPPG Kabupaten Purwakarta, Gilang Dewala Putra, S.Sos, menyampaikan bahwa kolaborasi ini sangat penting agar pengaduan masyarakat dapat ditangani secara cepat, transparan, dan terintegrasi.
“Melalui koordinasi ini, kami berharap pelayanan pengaduan masyarakat dapat berjalan lebih efektif. Semua laporan akan diintegrasikan melalui kanal Ogan Lopian milik Pemkab Purwakarta yang dikelolah oleh Diskominfo Purwakarta, sehingga penanganannya lebih terarah dan dapat dimonitor bersama,” ujarnya.
Dalam diskusi, para perwakilan kecamatan menyampaikan berbagai masukan terkait kondisi di lapangan. Sementara, Andis Maulana, Jafung Pranata Humas pada Diskominfo Purwakarta menjelaskan mekanisme penggunaan kanal Ogan Lopian, mulai dari alur pelaporan, verifikasi, hingga tindak lanjut.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan masyarakat Purwakarta dapat merasakan layanan pengaduan MBG yang lebih mudah, cepat, dan transparan. (ADV)










