Disdik KBB memperkuat langkah pencegahan penyebaran Influenza A di lingkungan satuan Pendidikan.

Dialogpublik.com, Melalui penerbitan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan KBB Nomor 400.3.1/-DISDIK/2026. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memperkuat langkah pencegahan penyebaran Influenza A di lingkungan satuan pendidikan.

Surat edaran tersebut menjadi pedoman bagi satuan pendidikan dalam meningkatkan kewaspadaan sekaligus menjaga kesehatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

Ketika ditemui media, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) KBB Imam Santoso mengatakan, sekolah memiliki peran penting dalam mencegah potensi penularan penyakit, terutama ketika ditemukan warga sekolah yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.

“Melalui surat edaran ini kami meminta satuan pendidikan meningkatkan kewaspadaan. Ketika ada warga sekolah yang mengalami gejala influenza, harus segera dilakukan langkah pencegahan agar tidak menular kepada yang lain,” terang Imam, Jumat (25/9/2026).

Dalam surat edaran tersebut, lanjut Imam Disdik KBB mengingatkan peserta didik, pendidik, maupun tenaga kependidikan yang sedang sakit untuk beristirahat di rumah hingga kondisi kesehatan membaik,
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri badan, serta kondisi tubuh yang terasa lemas,”imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan KBB Drs Imam Santoso MR, MPd

Lebih lanjut Imam, Langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk mempercepat pemulihan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memutus potensi rantai penularan di lingkungan sekolah.

Disdik KBB juga menegaskan peserta didik yang tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar karena sakit tidak boleh mendapatkan tekanan maupun sanksi selama ketidakhadirannya disampaikan oleh orang tua atau wali sesuai ketentuan.

“Kalau kondisi anak sedang sakit, jangan dipaksakan datang ke sekolah. Biarkan mereka beristirahat sampai pulih karena ini juga bagian dari upaya menjaga warga sekolah lainnya,” ujarnya.

Selain memperhatikan kondisi kesehatan warga sekolah, penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi bagian penting dalam pencegahan.

Sekolah didorong membiasakan peserta didik dan seluruh warga sekolah mencuci tangan menggunakan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, serta tidak berbagi makanan, minuman, maupun alat makan.

Kebersihan ruang kelas juga perlu menjadi perhatian. Sekolah diminta memastikan lingkungan belajar tetap bersih dengan sirkulasi dan ventilasi udara yang baik.

Bagi warga sekolah yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan namun dalam kondisi tertentu masih harus berada di lingkungan sekolah, penggunaan masker dianjurkan sebagai salah satu langkah pencegahan.

“PHBS harus menjadi kebiasaan sehari-hari di sekolah. Mulai dari menjaga kebersihan tangan, etika batuk dan bersin, sampai memastikan ruang belajar memiliki sirkulasi udara yang baik,” kata Imam.

Disdik KBB juga meminta sekolah tidak bekerja sendiri ketika menemukan peningkatan kasus dengan gejala serupa dalam jumlah yang tidak biasa.

Koordinasi dengan Puskesmas atau fasilitas kesehatan perlu segera dilakukan agar kondisi tersebut dapat ditindaklanjuti secara tepat. Informasi mengenai peningkatan kasus juga perlu disampaikan kepada Disdik KBB.

“Jika ditemukan peningkatan kasus dengan gejala yang sama, sekolah harus segera berkoordinasi dengan Puskesmas atau fasilitas kesehatan. Informasinya juga perlu disampaikan kepada Dinas Pendidikan agar bisa ditindaklanjuti,” tuturnya.

Menurut Imam, penerbitan surat edaran tersebut merupakan bagian dari langkah preventif untuk membangun kesadaran bersama di lingkungan pendidikan.

Karena itu, kewaspadaan perlu dilakukan secara proporsional tanpa menimbulkan kepanikan maupun stigma terhadap warga sekolah yang sedang mengalami sakit.

“Kami minta semua pihak tetap tenang tetapi meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai warga sekolah yang sedang sakit mendapatkan stigma. Yang harus diperkuat adalah pencegahan dan kepedulian bersama,” pungkasnya.(ADV)