TEMPAT Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Lengkong, Bojongsoang Kabupaten Bandung menyulap sampah menjadi batako.
Menurut Bupati Bandung Dadang Supriatna, pengolahan sampah menjadi batako merupakan inovasi Mesin Incinerator Sampah (MOTAH).
“Sampah yang sudah dipilah antara organik dan anorganik, kemudian dibakar dengan suhu 1.000 derajat celcius. Residunya yang masuk ke Motah menjadi abu,lalu dicampur dengan semen dan diolah, dicetak mejadi batako,” jelasnya saat meresmikan MOTAH di TPS3R Lengkong, Rabu (9/9/2025).
“Ini inovasi luar biasa,” imbuh Dadang kepada wartawan.
Dadang Supriatna mengatakan, inovasi MOTAH menjadi prototipe yang akan diterapkan di desa lainnya se Kabupaten Bandung.
“Kalau MOTAH ini dipakai di semua desa/kelurahan, saya optimistis masalah sampah di Kabupaten Bandung akan beres,” tandasnya.
Apalagi MOTAH mampu mengolah 8-10 ton sampah setiap harinya, sementara tiap desa rata-rata menghasilkan sampah 5-10 ton per hari.
Menariknya lagi, imbuhnya, MOTAH di Lengkong dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pemeritahan Desa, sehingga biaya operasional akan lebih terjamin termasuk untuk membayar upah pegawai TPS3R.
Selain itu, ujar Dadang, MOTAH ramah lingkungan sebab sampah dibakar pada suhu 1.000 derajat celcius.
“Kalau dibakarnya masih di Bawah 500 derajat mungkin masih berdampak pada lingkungan, yakni adanya polusi,” tututnya. (nk)










