Dedi : Hadapi Pilkada Santai

PEMILIHAN kepala daerah (Pilkada) serentak 2020,  yang rencananya dilaksanakan pada 23 September nanti,  sebaiknya ditanggapi secara santai karena hal itu sudah biasa dilaksanakan. Di Jawa Barat,   Pilkada berlangsung di 8 kabupaten/kota, salah satunya Kabupaten Bandung. “ Untuk Pilbup 2020 satai saja, sudah biasa melaksanakan itu,” ujar Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat dihubungi usai menghadiri pelantikan seretak 199 kepala desa di Kabupaten Bandung.

Namun ungkapnya, untuk Kabupaten Bandung harus  tergenerasikan, sebab mandegnya pembangunan di sebuah daerah  manakala regenarinya tidak berjalan atau  berubah. Akibatnya kultur dan struktur berbeda, sehingga tidak terbentuk kabupatennya. “ Saya sarankan di Kabupaten Bandung ada kesinambungan kepemimpinan,  yang misinya harus sama dengan bupati yang sekarang,” jelasnya.

 Mengenai bakal calon (balon) bupati dari partai berlambang pohon beringin itu, Dedi menegaskan, saat ini peminatnya sudah 15 orang. Soal kualitas balon, menurtunya yang  diutamakan oleh Golkar elektabilitasnya. “Jangan ngomong dulu kualitas, tetapi bicara dulu elektabilitas balon,” imbuhnya.

Menyinggung jelang musyawarah nasional (munas) Golkar 2019, Dedi mengatakan, pihaknya harus respon terhadap politik Indomesia yaitu reformasi. Jadi Golkar harus mempelopori repormasi, yakni meletakan kedaulatan rakyat, itu yang utamanya.

“Jadi di munas nanti saya akan biscara, bahwa pemilihan presiden oleh masyarakat termasuk buoati,walikota. Pemilhan gubernur bisa dibicaraan, karena dia  adalah perwakilan pemeritah pusat.  Kalo pemerinah pusat kita bicarakan bersama, apakah ditunjuk presiden atau dipilih oleh DPR, nanti kita kaji bersama. Tetapi kalo bupati, walikota itu layanan publik,  sama degan kepala desa harus dipilih oleh rakyat,” paparnya. (nk)

dialogpublik.com