Dari 32 Kecamatan Hanya 2 Kecamatan yang wilayahnya bersih dari peredaran narkotika dan obat terlarang

PAGELARAN seni budaya tradisional dan sosialisasi anti narkotika mewarnai peringatan Hari Anti Narkotika International (HANI) 2019 di arena Car Free Day (CFD) pandapa Paramarta Kuningan Minggu pagi (7/7/2019).

Hadir selain jajaran BNN, Granat, Ormas anti narkotika, pelajar SMA dan ribuan pengunjung CFD.

Pertunjukan musik angklung, tari jaipong dan rampak genjring turut memeriahkan pentas seni budaya BNN yang bertajuk “Generasi Milenial Anti Narkotika Menuju Indonedia Emas”

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kab Kuningan Edi Heryadi MSi disla-sela acara mengatakan, dari 32 kecamatan hanya ada dua kecamatan yang wilayahnya bersih dari peredaran narkotika dan obat terlarang.
Dua wilayah itu adalah Kecamatan Hantara dan Karangkancana. Hasil ini merupakan hasil pemetaan yang dilakukan oleh BNN.

“Bayangkan hanya dua kecamatan yang bersih dari narkoba. Ini memprihatinkan. Semuanya harus bergerak tidak hanya tugas BNN, semua elemen masyarakat maupun pihak berwenang sebelum semuanya tambah parah,” tegasnya.

Lebih jauh Edi menyebutkan, meski tidak semua desa dari 30 kecamatan itu sebagai tempat peredaran. Namun, apabila tidak ada upaya untuk mencegah dan menyadarkan mereka yang sudah korban, maka hanya tinggal waktu saja.

“Faktor warga Kuningan yang banyak merantau membuat peredaran semakin berkembang,” tandasnya lagi.

“Kami menyediakan pengobatan gratis bagi pencandu/pengguna di kantor BNN mereka bisa disembuhkan dan tidak mengkonsumsi barjotika kai”, terangnya. (H WAWAN JR)

dialogpublik.com