Dari 31 Jenis Logistik Pemilu, Baru Empat Jenis yang Tiba di Gudang KPU

PANITIA Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, melakukan pengawasan pendistribusian logistik untuk Pemilu Serentak 2024 di Gudang Logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung, Selasa (28/11/2023).

Ketua Panwaslu Kecamatan Cangkuang, Mohammad Zezen Zainal mengatakan, berdasarkan hasil pengawasan langsung ke lapangan, Panwaslu Kecamatan Cangkuang mencatat baru empat jenis logistik pemilu yang tiba di Gudang KPU Kabupaten Bandung.

Keempat logistik pemilu itu yakni ; kotak suara sebanyak 55.232 buah, bilik suara 44.136 buah, segel 1.059.890 buah dan tinta 22.068 botol.

“Dari 31 item logistik pemilu, baru empat jenis yang telah tiba di Gudang KPU. Rincian tadi adalah jumlah total atau akumulasi untuk 31 kecamatan di Kabupaten Bandung,” kata Zezen di Sekretariat Panwaslu Kecamatan Cangkuang yang saat itu didampingi
Koordiv HP2HM Andryka Salman dan Koordiv P3S David Ramadhan.

Empat jenis logistik yang telah “mendarat” di Gudang KPU Kabupaten Bandung tersebut, kata Zezen, merupakan pengiriman atau pendistribusian logistik tahap pertama yang dilakukan KPU Kabupaten Bandung.

Berdasarkan informasi dari KPU , tahapan pendistribusian logistik pemilu dilakukan dua tahap. Tahap pertama yakni mulai 1 September hingga November 2023 dan tahap dua mulai 18 November 2023 sampai 14 Januari 2024.

Sedangkan untuk tahapan sortir, lipat, pengepakan, dan pendistribusian hingga ke tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) dijadwalkan mulai 15 Januari hingga 13 Februari 2024 atau hingga H-1 pemilihan.

Panwaslu Kecamatan Cangkuang, lanjut Zezen, berkomitmen untuk melakukan pengawasan langsung pada proses pendistribusian logistik pemilu sebagaimana tertuang dalam Perbawaslu Nomor 12 Tahun 2023. Pasalnya, pendistribusian logistik merupakan salah satu tahapan pemilu yang sangat krusial dan penting.

“Oleh karena itu, Bawaslu dan jajaran Panwascam melakukan pengawasan melekat untuk memastikan perlengkapan logistik tepat jumlah, tepat jenis, tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat kualitas. Sejak pendistribusian ke gudang hingga distribusi ke TPS, insya Allah akan kami kawal,” ujarnya.

Selain itu, Panwaslu Kecamatan Cangkuang juga mengapresiasi KPU yang melakukan strategi penyimpanan logistik pemilu sesuai daerah pemilihan (dapil). Cara ini dinilai efektif untuk mengurangi potensi tertukar logistik pemilu terutama surat suara, yang seringkali terjadi pada pemilu sebelumnya.

“Kami melihat penyimpanan logistik pemilu semakin baik dan tertib. Gudangnya lebih representatif dan luas. Selain itu, sekarang penyimpanan logistik dilakukan per dapil sehingga lebih efisien, meminimalisir potensi tertukar antar dapil dan tentu memudahkan dalam pengawasan,” ungkapnya.

Sebelum melakukan pengawasan pendistribusian logistik, Panwaslu Kecamatan Cangkuang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Pendistribusian Logistik yang diikuti oleh seluruh Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) di tujuh desa se-Kecamatan Cangkuang, plus seluruh jajaran Sekretariat Panwaslu Kecamatan Cangkuang.

Kegiatan rakor tersebut, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi jajaran pengawas pemilu dalam mengawasi seluruh tahapan pemilu terutama pengawasan pendistribusian logistik.

“Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan koordinasi antara Panwascam Cangkuang dengan PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) serta stakeholder lain seperti TNI/Polri,” tuturnya.(nk)

dialogpublik.com