Dana Bergulir Hambat Perkembangan Bank Emok. Ini kata Legislator Toni Permana

SAAT ini pemerintah fokus.pada pemulihan ekonomi nasional, di tengah pamdemi covid -19. Mendukung hal itu, Pemkab Bandung menggelontorkan dana puluhan miliar untuk program dana pinjaman non permanen dengan bunga nol persen.

” Dana bergulir itu, merupakan langkah untuk menanggulangi laju perkembangan bank emok yang sudah menjerat masyarakat, ” jelas Toni Permana pada reses massa sidang II tahun 2022, di Desa Sanggaracipta, Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Selasa (29/3/2022).

Dia menegaskan, keberadaan bank itu ilegal, maka harus ddihentikan operasionalnya itu sebab merusak masyarakat.

Untuk masyarakat yang akan menerima kredit tanpa bunga itu, sebelumnya harus diklarifikasi ada tidaknya ikatan dengan bank lain, termasuk bank.emok.

Karena jelas Toni, dirinya khawatir jika pinjaman dengan bunga 0 persen akan digunakan untuk membayar utang ke.bank.lain.

“Apabila bantuan bergulir non permanen ini diberikan pada masayarakat yang memiliki tunggakan ke bank lain, maka manfaat tidak ada sama sekali, karena warga lebih mementingkan kebutuhan konsumtif,” imbuhnya.

Menurutnya, pinjaman non permanen dari Pemkab Bandung tujuannya, untuk meningkatkan akselerasi perekonomian masyarakat di Kabupaten Bandung.

Hal ini, menjadi prioritas Partai. Nasdem. Saat ini ujarnya, untuk kredit dengan bunga 0%, Pemkab Bandung sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 40 miliar dari APBD 2022.

Saat ini, dana itu dititipkan di bank jabar banten (bjb) dan BPR Kerta Raharja, sebagai pihak yang ditunjuk untuk menyalurkan dana tersebut.

“Bantuan ini bukan hibah, tetapi berbentuk pinjaman tanpa bunga untuk UMKM dalam mengembangkan usahanya. Jadi masyarakat mempunyai kewajiban untuk mengembalikan pinjaman tersebut,” pungkas legislator Nasdem ini (nk)

dialogpublik.com